Senin, 18 Juni 2018 | 14:40 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Indonesia adopsi teknologi radar pengawasan kelautan Jepang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan, Indonesia mengadopsi teknologi radar pengawasan sektor kelautan dan perikanan Negeri Sakura itu.</p><p>Pekan lalu dia ke Jepang dalam kaitan itu.</p><p>"Saya berada di Wakatobi beberapa waktu lalu, dan melihat radar buatan Jepang di sana. Saya berharap, Indonesia bisa memiliki radar setidaknya di empat tempat di Indonesia," kata Pudjiastuti, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (20/4).</p><p>Dia mengemukakan ketertarikannya terkait teknologi radar Jepang saat bertemu President Director of Japan Radio Co (JRC) Kenji Ara, 12 April 2017.</p><p>Dalam pertemuan itu, Kenji Ara menjelaskan, JRC memiliki enam perusahaan perwakilan di Indonesia yang mempekerjakan 3.200 orang tenaga kerja Indonesia. </p><p>"Kami sangat senang kami mendengar Ibu Menteri memiliki ketertarikan terhadap sistem pengawasan yang dikeluarkan JRC. Kami akan senang hati berdiskusi dan berkontribusi mengenai sistem radar di Indonesia, mungkin memang bukan saat ini, tetapi nanti," janji Ara. </p><p>Menurut Pudjiastuti, Indonesia membutuhkan radar pengawas untuk meningkatkan teknologi pengawasan yang dimiliki KKP, agar pencegahan masuknya kapal pencuri ikan dapat berjalan lebih maksimal. </p><p>Dia tertarik dengan radar yang dimiliki JRC karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer. </p><p>"Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan penjajakan teknologi pengawasan terkini yang mungkin bisa dan tepat digunakan di Indonesia," paparnya.</p><p>Dia juga mengungkapkan bahwa KKP tidak akan membeli radar, melainkan mengupayakan cara lain untuk memperoleh radar karena alasan keterbatasan anggaran. </p><p>Menurut dia, teknologi radar pengawasan yang canggih dibutuhkan untuk dipasang di beberapa titik, di antaranya Natuna, Morotai, Raja Ampat, Arafura, dan Sabang.</p><p>Selain radar pengawasan, ia juga ingin memasang radar konservasi di tempat-tempat tersebut. </p><p>Sementara itu, Ara menyatakan siap memberikan informasi teknologi radar yang dibutuhkan Indonesia karena keberhasilan pengawasan kelautan dan perikanan Indonesia juga akan berdampak kepada negara mereka. </p><p>"Dari Indonesia, kami mendapat komoditas ekspor seperti udang, ikan, dan tuna. Itu semua karena Indonesia mampu menjaga sumber daya alamnya," jelasnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Juni 2018 - 14:39 WIB

Abrasi ancam jalan menuju destinasi wisata Tanjung Lesung

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 14:25 WIB

Sebabkan kemacetan, jalan tembus jalur Puncak ditutup

Musibah | 18 Juni 2018 - 14:14 WIB

Pelajar asal Bondowoso tenggelam di Pantai Payangan

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 13:59 WIB

Mendagri: Pelantikan Iriawan tidak langgar Undang-Undang

Lingkungan | 18 Juni 2018 - 13:35 WIB

Sampah wisatawan kotori jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Musibah | 18 Juni 2018 - 13:23 WIB

Bocah perempuan tewas terseret arus di lokasi wisata

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com