Sabtu, 29 April 2017

Australia mempersulit permohonan kewarganegaraan pendatang

Kamis, 20 April 2017 18:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Australia akan mempersulit aturan untuk mendapat kewarganegaraan dengan melakukan perubahan besar dalam undang-undang imigrasinya.

Perubahan ini termasuk tes bahasa Inggris yang lebih ketat dan kemampuan untuk membuktikan 'nilai-nilai Australia,' yang dikuasai pemohon, kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull pada Kamis (20/04).

Warga juga harus sudah mendapatkan empat tahun izin tinggal permanen, naik dari syarat satu tahun yang kini berlaku.

Langkah ini diambil dua hari setelah Australia juga mengumumkan persyaratan visa yang lebih ketat bagi pekerja terampil dari luar negeri.

Turnbull mengatakan bahwa perubahan itu akan memastikan agar pendatang lebih terintegrasi dengan masyarakat setempat.

"Penting bagi mereka untuk paham bahwa mereka berkomitmen terhadap nilai-nilai Australia," katanya.

Apa saja perubahannya?

Saat menjelaskan apa yang dimaksud dengan 'nilai-nilai Australia,' Turnbull mengatakan bahwa migran harus menunjukkan dukungan terhadap kebebasan beragama dan kesetaraan gender.

"Menghormati perempuan dan anak... ini adalah nilai Australia yang penting," tambahnya, dan mengatakan bahwa kekerasan domestik tak bisa ditoleransi.

Perubahan lain dalam proses kewarganegaraan:

  • Tes bahasa Inggris yang lebih ketat, termasuk membaca, menulis, mendengar dan berbicara;
  • Memberikan bukti telah terintegrasi dengan masyarakat, seperti riwayat kerja, sekolah atau keanggotaan di organisasi masyarakat;
  • Sudah memiliki izin tinggal permanen selama empat tahun;
  • Pemohon hanya boleh tiga kali mengajukan permohonan dan siapapun yang curang dalam ujian akan langsung gagal.

Pada Selasa (18/04), pemerintah menyatakan akan mengganti skema visa yang kontroversial agar menyulitkan warga negara asing untuk bekerja di Australia.

Turnbull mengatakan bahwa kedua pengumuman itu dilakukan demi kepentingan nasional.

"Nilai-nilai yang mengikat kita semua adalah yang kita hormati, aturan hukum, komitmen pada kebebasan, demokrasi, ini adalah elemen kunci pada identitas Australia dan kewarganegaraan kita harus mencerminkan ini," katanya.

Partai Buruh yang menjadi oposisi menuduh Turnbbull membuat pengumuman ini demi keuntungan politik.

"Tampak aneh bahwa kita bertanya apakah mereka akan mematuhi hukum, padahal mereka sudah bersumpah untuk mematuhi hukum," kata senator Partai Buruh Penny Wong.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar