Rabu, 28 Juni 2017

Ahok kemungkinan tidak masuk penjara, lapor koran Inggris

Kamis, 20 April 2017 19:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Sehari setelah pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta, gubernur petahana yang sudah mengaku kalah, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung hadir di ruang sidang.

Setelah ditunda dengan alasan untuk mencegah ketegangan menjelang pilkada, jaksa akhirnya menuntut hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun, Kamis (20/04).

Berita ini masih menarik perhatian beberapa media di Inggris, selain tentang pemungutan suara dan perkiraan hasilnya, dengan kemenangan Anies Baswedan.

The Guardian melaporkan dengan sudut pandang, Ahok kemungkinan akan bebas dari hukuman penjara jika terbukti bersalah menghina Islam.

"Tapi hari Kamis, jaksa tidak mengupayakan hukuman maksimal lima tahun penjara, walau dia mungkin akan dipenjara jika melanggar masa percobaan."

Koran Inggris tersebut juga menyebut pembacaan tuntutan dilakukan setelah Ahok kalah dari calon Muslim, Anies Baswedan, 'setelah kampanye yang memecah yang mengangkat perbedaan etnis dan agama'.

"Islamis berkumpul di luar sidang penistaan ini selama beberapa bulan menyerukan Ahok dipenjara," tulis The Guardian.

Media Inggris lainnya, The Daily Mail, menggunakan judul Indonesia prosecutors seek 2 years probation for Jakarta gov atau Jaksa Indonesia meminta dua tahun percobaan untuk gubernur Jakarta.

"Tuntutan hukuman yang relatif ringan itu dibuar sehari setelah Gubernur Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama disapu dari kantor lewan kemenangan telak untuk saingan Musim yang didukung ulama-ulama konervatif," lapor tabloid harian ini, yang berdasarkan salah satu data Desember 2016 lalu memiliki tiras 1,4 juta.

Mereka juga menyebut kelompok garis keras Islamis menarik ratusan ribu untuk unjuk rasa anti-Ahok, 'mengguncang pemerintahan pemerintahan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo dan merongrong reputasi Indonesia dalam menerapkan bentuk moderat Islam.'

Di kawasan Asia, The Strait Times Singapura juga menurunkan berita tentang kemungkinan Ahok terhindari dari hukuman penjara.

"Terhindar dari hukuman penjara yang kurang dari lima tahun akan menjadi berota baik bagi Basuki, Itu berarti dia akan tetap bisa meneruskan politik di Indonesia, yang memiliki undang-undang yang melarang seseorang yang dihukum penjara lima tahun atau lebih untuk menduduki jabatan umum."

Koran ini juga mengutip jaksa penuntut Ali Mukartono yang mengatakan Basuki melakukan kesalahan namun ada faktor-faktor yang meringankan.

Berita tentang pembacaan tuntutan Ahok juga sampai koran bahasa Inggris di Cina, v

JAKARTA - Indonesian prosecutors called on Thursday for Jakarta's Christian governor, Basuki Tjahaja Purnama, to be jailed for one year on blasphemy charges, in a trial that is seen as a test of the Muslim-majority nation's religious tolerance.

Purnama, 50, is heading for defeat in his bid to remain governor in this week's election against his Muslim opponent Anies Baswedan, unofficial counts showed. The religiously charged campaign saw mass Islamist protests against the incumbent for allegedly insulting Islam.

"We call for the judge to sentence the defendant to one year in prison...for expressing hate or insult toward a section of the Indonesian people," said chief prosecutor Ali Mukartono.

"We also call for an added two years probation period," he said, meaning that if Purnama were to repeat the offence within two years, he would go to prison.

The trial centers on comments that Purnama made last year about his opponents' use of the Islamic holy book in political campaigning. Many Muslim groups, especially hardline Islamists, took offence to the comments and called for Purnama to be sacked and jailed.

On Thursday, members of hardline groups, which led hundreds of thousands of Muslims to protest against Purnama during the election campaign, reacted angrily to the prosecutor's call.

Hundreds of members of the hardline Islamic Defenders Front (FPI) rallied outside the court, chanting "not enough" after the prosecution made their request.

Purnama, Jakarta's first ethnic Chinese and Christian leader, has denied the blasphemy charges and a verdict is expected in the coming weeks.

Rights activists have raised concerns about blasphemy laws being used to harass Indonesia's minorities, even though religious diversity is enshrined in the constitution.

Nearly all blasphemy cases in recent years have resulted in convictions.

Purnama has six months left in office, when his successor is expected to be sworn in as the new governor.

The Sidney Morning Herald

Jakarta's outgoing Governor Ahok may escape jail for 'blasphemy'

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar