Kamis, 21 Juni 2018 | 17:33 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Perbaikan jalan longsor di Rahtawu Kudus habiskan Rp. 1,3 milyar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Sutini.
Foto : Sutini.
<p>Kejadian bencana longsor yang terjadi didesa Rahtawu Kecamatan Gebog Kudus beberapa bulan lalu menimbulkan 6 titik jalan akses utama masuk desa mengalami kerusakan. Sehingga perlu penangganan agar aktivitas warga tidak terganggu.</p><p><br></p><p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris menyatakan akibat kejadian longsor yang terjadi pada bulan januari sampai februari 2017 lalu, terdapat 6 titik jalan utama desa Rahtawu yang merupakan akses satu-satunya sehingga ribuan warga didesa tersebut rawan terisolir jika tidak segera ditanggani.</p><p><br></p><p> </p><p>Dimana dari 6 titik longsoran tersebut berada ditebing yang sangat curam dengan kemiringan 90 derajat sehingga membahayakan warga yang melintas.</p><p><br></p><p>Dikatakan Sam'ani, sebagai langkah penangganan pihaknya sudah melakukan proses perbaikan jalan yang longsor dengan membuat talud sebagai penguat tebing jalan dengan mengunakan material batu dan beton yang dikerjakan oleh warga sekitar.</p><p><br></p><p>"Karena kondisi darurat, pasca bencana kami langsung tangani jalan yang longsor, kami gunakan anggaran Rp. 1,3 Milyar dari APBD Kudus melalui pos pemeliharaan jalan dan jembatan", paparnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.</p><p><br></p><p>Ditambahkan Sam'ani, kondisi jalan desa Rahtawu sudah tidak bisa diperlebar. Untuk itu pihaknya berencana membangun jalan baru melalui desa Soco Kecamatan Dawe yang panjangnya hampir 5,5 Km dengan lebar 8 meter, agar ketika terjadi longsor masih ada akses lain untuk dilalui warga.</p><p><br></p><p>Sementara itu, Kepala desa Rahtawu kecamatan Gebog Kudus, Sugiyono mengatakan sebagai desa yang berada di lereng pegunungan dengan kontur tanah yang rawan longsong pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah dalam menanggani permasalahan jalan yang longsor. Sehingga warga desanya tidak terisolir ketika terjadi bencana.</p><p><br></p><p>Dikatakannya, sebagai salah satu desa wisata yang sudah mulai ramai dikunjungi memang dibutuhkan jalan yang memadai tidak seperti sekarang ini yang rawan longsor maupun rawan menimbulkan kecelakaan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 16:26 WIB

Anies-Sandi halal bihalal bersama jajaran PNS

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com