Selasa, 26 September 2017

Unggul di Hitung Cepat, Anies Baswedan Serukan Jaga Pluralisme

Kamis, 20 April 2017 22:40

(Courtesy: AustraliaPlus) Ahok (kiri) mendapat pertentangan dari sebagian kelompok Islam, yang cenderung mendukung Anies Baswedan (kanan). (Courtesy: AustraliaPlus) Ahok (kiri) mendapat pertentangan dari sebagian kelompok Islam, yang cenderung mendukung Anies Baswedan (kanan).
Ayo berbagi!

Pasangan nomor urut 3 -yakni Anies Basweden dan Sandiaga Uno -unggul dalam hasil hitung cepat Pilkada Jakarta, menurut sejumlah lembaga survei. Pada hari Rabu (19/04/2017), jutaan warga Jakarta memberikan suara mereka di lebih dari 13.000 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh kota untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode selanjutnya.

Hasil resmi Pilkada DKI belum akan dirilis hingga beberapa minggu mendatang tetapi sejumlah penghitungan cepat -yang dikumpulkan oleh lembaga survei, stasiun televisi dan lembaga penelitian -menunjukkan bahwa Gubernur petahana -yakni Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal sebagai Ahok -akan kalah secara tak terduga dengan margin sekitar 15 persen.

Ahok mengamankan lebih dari 40 persen suara, menurut hasil hitung cepat.

Sementara Anies Basweden telah mengklaim kemenangan pada Rabu (19/04/2017) sore, ketika ia menemui awak media bersama dengan timnya.

"Bagi kami, perjalanan masih panjang, usaha kami tak hanya memenangkan pemilu tapi tujuan utama kami adalah untuk membawa kembali keadilan sosial bagi warga Jakarta," sebutnya.

"Kami juga berkomitmen untuk menjaga pluralisme Jakarta dan mengembalikan kesatuan Jakarta," kata Baswedan.

Sejumlah jajak pendapat yang dilakukan jelang hitung cepat menunjukkan, hasil Pilkada DKI terlalu dini untuk disimpulkan.

Pada hari Kamis (20/04/2017), Ahok akan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di mana ia berpotensi menghadapi tuntutan lima tahun penjara atas dakwaan penistaan agama.

Para pendukungnya mengatakan, tuduhan menghina Islam bermotif politik dan bertujuan untuk mengakhiri karir politiknya.

Anies Basweden akan dilantik sebagai Gubernur baru Jakarta pada bulan Oktober.

Petugas TPS
Seorang petugas TPS membacakan kertas suara di TPS Petamburan setelah TPS ditutup.

ABC: Samantha Hawley

Beberapa orang ditahan akibat ulah di TPS

Ada kekhawatiran bahwa Pilkada ini dapat memicu kerusuhan, dan Polda Metro Jaya siap untuk merespon.

Kampanye dalam Pilkada ini telah menjadi salah satu rangkaian paling sengit dari Pilkada yang pernah ada, dan Pilkada DKI dipandang sebagai ujian bagi toleransi beragama dan pluralisme di Indonesia.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan, membenarkan adanya sejumlah orang yang ditahan atas perilaku mereka di beberapa TPS di Jakarta.

Ia mengatakan, dalam satu kasus, sebuah kelompok telah mencoba untuk masuk ke bilik suara, namun ia tak memberikan rincian lebih lanjut.

Di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, sekerumunan kecil warga berdiri terdiam mendengar pembacaan kertas suara.

Kawasan ini tergolong unik mengingat ia merupakan rumah bagi markas kelompok Front Pembela Islam (FPI), yang telah memimpin kampanye melawan gubernur petahana, tetapi juga banyak dihuni oleh warga Kristen.

Polisi telah memeringatkan ancaman intimidasi terhadap pemilih, dengan beberapa kelompok ultrakonservatif mengancam untuk menjaga TPS.

Jokowi
Presiden Jokowi saat berada di TPS-nya untuk memberikan suara.

ABC News: Samantha Hawley

Mereka berpendapat, Muslim dilarang oleh Al-Quran untuk memilih pemimpin non-Muslim.

Irjen Pol Iriawan mengatakan, ia juga menyelidiki laporan yang menyebut bahwa salah satu TPS tak memiliki surat suara yang cukup.

Presiden serukan persatuan

Setelah memberikan suaranya, Presiden Joko Widodo mendesak para pemilih untuk menerima hasil Pilkada.

"Apapun hasilnya adalah, siapapun yang terpilih, kita harus menerimanya dengan besar hati," kata Jokowi.

"Saya percaya bahwa demokrasi, pemilihan gubernur berlangsung dengan baik dan akan menghasilkan pemimpin Jakarta yang terbaik dan bisa dipercaya," katanya.

"Perbedaan dalam politik tak seharusnya memecah-belah persatuan kita. Kita semua bersaudara," tutur Jokowi.

Pilkada
Pilkada Jakarta dianggap sebagai ujian terhadap toleransi di Indonesia.

ABC News: Samantha Hawley

Sejumlah pemilih yang berbicara dengan ABC menyatakan kelegaan karena mereka telah memberikan suara, tetapi sebagian besar mengatakan, mereka cemas akan hasilnya.

"Saya merasa lega setelah saya memilih, saya berharap Jakarta lebih indah, Jakarta yang lebih baik," kata seorang perempuan yang memberikan suaranya di TPS tempat Presiden Jokowi memilih, seraya menunjukkan jari bertinta-nya.

"Saya merasa jantung saya berdebar menunggu hasilnya, saya menebak siapa yang akan menang," kata pemilih perempuan lainnya, meski tak mengungkap pilihannya.

"Itu rahasia," tambahnya.

"Tentunya Anies akan menjadi pemenang," kata seorang pemilih laki-laki.

"Saya percaya bahwa pilihan tergantung pada orangnya tapi saya percaya warga Jakarta telah tumbuh menjadi pemilih cerdas, siapapun yang mereka pilih mereka akan bertanggung jawab atas hal itu," jelasnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 20:30 WIB 19/04/2017 oleh Nurina Savitri.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar