Selasa, 22 Agustus 2017

Partisipasi perempuan di sektor pertanian perlu dikembangkan

Jumat, 21 April 2017 14:24

Ayo berbagi!

Partisipasi perempuan di sektor pertanian perlu dikembangkan karena peran kaum wanita dalam sektor yang padat tenaga kerja di Tanah Air itu sangatlah penting, kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

"Di 'on farm' mungkin kita bagus, tapi 'off farm' peran wanita tani bisa menjadi sangat sentral. Karena di situlah akan ada nilai lebih yang bisa dihasilkan oleh para petani," kata Fadli dalam rilis di Jakarta, Kamis (21/4).

Politisi Gerindra itu mengingatkan, secara statistik kebanyakan petani adalah laki-laki, tetapi dalam persoalan yang berada di luar lahan pertanian dinilai banyak wanita tani yang bisa berperan.

Fadli juga mengatakan, semakin hari semakin sedikit orang yang mau menjadi petani. Oleh karenanya kedepan akan menjadi satu tantangan yang sangat berbahaya dalam persoalan ketahanan pangan atau kedaulatan pangan.

Untuk itu, ujar dia, Peran Menteri Pertanian sangat kuat dalam menentukan kebijakan untuk tidak melakukan impor, tetapi di kementerian lain justru ada yang menginginkan impor, sehingga koordinasi antarkementerian sangat diperlukan.

Sebagaimana diwartakan, pelaksanaan program reforma agraria, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dinilai bakal dapat menjadi solusi bagi ketimpangan perekonomian yang kerap dialami kaum petani di berbagai daerah.

"Reforma agraria dan perhutanan sosial diharapkan bisa menjawab persoalan ketimpangan ekonomi petani Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu benar-benar fokus dalam rangka mewujudkan pemerataan tanah melalui reforma agraria atau menata ulang sumber agraria itu.

Politisi PKB itu menuturkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemerintah yaitu tanah objek reforma agraria dan perhutanan sosial.

Pihaknya menginginkan agar petani memiliki lahan minimal dua hektare sehingga dapat produktif dan bermanfaat dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Karena itu, Daniel menegaskan agar penerimaan tanah dapat berjalan dengan tepat kepada rakyat tanpa adanya campur tangan pihak terkait.

Kemudian, perlu ada regulasi yang mengikat seperti untuk memanfaatkan lahan menganggur yang cukup besar, sekitar 23 juta hektare.

Dia juga mengutarakan harapannya agar masyarakat desa bisa memanfaatkan lahan di daerahnya secara maksimal agar dapat menjadi produktif sekaligus meningkatkan tingkat kesejahteraan petani yang ada di desa tersebut. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar