Kamis, 21 Juni 2018 | 11:24 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

BNPT: Awasi anak saat bermain medsos

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Inspektur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Amrizal, mengajak semua pihak untuk mengawasi anggota keluarga dan lingkungan masing-masing saat menggunakan media sosial (medsos).</p><p>"Di era saat ini kecenderungannya banyak anak-anak yang lebih asyik menggunakan handphone, ketimbang melakukan interaksi dengan orang lain," kata Amrizal di Jambi, Jumat (21/4).</p><p>Menurut dia, jika keluarga lalai mencermati fenomena ini, secara tidak langsung paham radikalisasi terorisme akan mudah masuk.</p><p>"Sekarang anak-anak asyik main handphone. Sekarang jarang lagi kita dengar suara anak-anak," kata Amrizal saat menyampaikan materinya di acara Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian yang dilaksanakan BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi.</p><p>"Disinilah kita sering kecolongan. Kita tidak tahu apa yang sedang mereka buka. Malahan di era sekarang, tak hanya anaknya, orangtuanya pun asyik main handphone. Selain handphone itu ada manfaat, kan banyak juga yang berbahaya," ujarnya lagi.</p><p>Oleh sebab itu, Amrizal mengatakan semua pihak perlu terlibat dalam upaya pencegahan ini. Terutama sekali unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, LSM dan media massa agar berperan serta dalam hal ini.</p><p>Dia mengatakan, peran semua pihak terkait sangat penting karena ada sejumlah potensi yang bisa muncul.</p><p>"Masyarakat saat ini sering tidak mau menerima para mantan narapidana teroris, keluarga mantan teroris. Kalau itu terjadi, tentunya bukan tidak mungkin mereka kembali lagi kelompoknya. Karena mereka tidak diterima di masyarakat," katanya menjelaskan.</p><p>"Makanya yang jadi sasaran kita, selain yang di dalam Lapas, di masyarakat, kita juga memantau potensi masyarakat untuk radikal, keberadaan mantan narapidana teroris, keluarganya, maupun jaringannya," jelasnya lagi.</p><p>Dia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2012, profil pelaku terorisme dari tamatan SLTA sebanyak 63,6 persen. Lalu tingkat universitas 21,9 persen, SMP 10,9 persen dan tamatan SD 3,6 persen.</p><p>"Dengan kenyataan ini, kami mengajak ibu-ibu supaya bisa memagari keluarganya," ujarnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 11:15 WIB

Kapolres Langkat nobar debat publik paslon Gubsu di Pospam

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 10:57 WIB

Spanduk kontroversi tamasya Almaidah muncul jelang Pilgubsu 2018

Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 10:44 WIB

Panglima TNI-Kapolri kunjungi korban KM Sinar Bangun

Ekonomi | 21 Juni 2018 - 10:29 WIB

Rupiah Kamis pagi tercatat Rp14.010

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 10:15 WIB

Enam pesan Permampu jelang Pilkada 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

Minggu, 10 Juni 2018 - 07:52 WIB

Dishub imbau pemudik waspadai jalur rawan macet

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com