Selasa, 26 September 2017

KPK tolak permintaan Komisi III buka BAP Miryam

Jumat, 21 April 2017 17:15

Foto: Doddy Foto: Doddy
Ayo berbagi!

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permintaan dari Komisi III membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Politikus Hanura, Miryam S. Haryani ada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu karena BAP Miryam berkaitan dengan proses hukum penyidikan.

"KPK tegaskan tidak bisa memberikan (BAP) karena ini bagian terkait proses hukum baik di penyidikan MSH sebagai tersangka, e-KTP persidangan dua orang terdakwa dan penyidikan satu orang," ujarnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/4), seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com Doddy Handoko.

Jika BAP Miryam dibuka kepada Komisi III, maka akan banyak resiko yang dapat membuat bias proses hukum terhadap perkara korupsi e-KTP serta kasus pemberian keterangan yang ‎tidak benar untuk tersangka Miryam S. Haryani.

‎"Ada risiko buat bias proses hukum dan menghambat penanganan kasus baik untuk tersangka MSH maupun perkara e-KTP," ungkapnya.

Pihaknya menghormati kewenangan pengawasan anggota DPR. Hanya kewenangan tersebut jangan sampai mengganggu kasus yang sedang ditangani KPK.

"Jangan sampai kewenangan (DPR) masuk jauh dan rentan mempengaruhi, kami dari awal katakan, kami sedang tangani kasus e-KTP, kami minta segala pihak jangan mempengaruhi," tandasnya. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar