Kamis, 27 Juli 2017

Pedagang pasar saham dituduh dalangi bom Borussia Dortmund

Jumat, 21 April 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Kepolisian Jerman telah menjadikan seorang pria sebagai tersangka dalam kasus peledakan bus Borussia Dortmund.

Alih-alih militan berhaluan Islam sebagaimana sebelumnya dicurigai aparat, tersangka adalah seorang pedagang pasar saham yang ingin memperoleh keuntungan dari jatuhnya saham Dortmund.

Dalam pernyataan resmi, Kejaksaan Federal Jerman menyebutkan pria berkewarganegaraan Jerman dan Rusia itu dituntut dengan percobaan pembunuhan. Dia ditangkap pada Jumat (21/04) dekat Tbingen di Baden-Wuerttemberg, Jerman.

Pria yang disebut bernama Sergej W itu menginap di hotel yang sama dengan tim Borussia Dortmund. Dia diduga menempatkan tiga bahan peledak yang meletus saat bus tim melintas. Akibat dari ledakan itu, pemain bertahan Marc Bartra menderita cedera sehingga harus menjalani operasi dan seorang polisi dirawat karena shock.

Melalui penyelidikan polisi, Sergej W dituduh membeli saham Borussia Dortmund sebanyak 15.000 lembar seharga 78.000 euro atau sekitar Rp1,1 miliar. Ketika saham Dortmund anjlok setelah insiden itu, dia akan memperoleh untung.

Saham Borussia Dortmund memang sempat anjlok dari 5,738 euro menjadi 5,421 euro seusai peristiwa peledakan. Saham itu melorot lagi setelah tersingkir dari Liga Champions.

Polisi menelusuri jejak Sergej W lewat alamat internet protocol yang dia gunakan saat menginap di hotel.

Awalnya, polisi menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan kelompok milisi ISIS setelah menemukan surat dekat lokasi ledakan. Polisi bahkan menahan seorang pria asal Irak berusia 25 tahun yang disebut punya 'keterkaitan dengan kelompok Islam' sehari setelah kejadian.

Akan tetapi, pekan berikutnya, para penyelidik meragukan bahwa kelompok jihad terlibat dalam insiden itu.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar