Jumat, 18 Agustus 2017

SAFE Tiongkok Sebut Permintaan dan Penawaran Devisa Terjaga Seimbang

Jumat, 21 April 2017 21:30

Ayo berbagi!

Biro Administrasi Devisa Nasional (SAFE) Tiongkok kemarin (20/4) merilis sejumlah data utama terkait pendapatan dan pembayaran devisa pada triwulan pertama 2017. Data menunjukkan bahwa arus modal keluar Tiongkok sudah mereda secara signifikan, permintaan dan penawaran devisa kini terjaga stabil.

Statistik terbaru menunjukkan, pada triwulan pertama 2017, penyelesaian transaksi valuta asing dihitung berdasarkan dolar AS adalah sebesar US$ 375,5 miliar, atau meningkat 7 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan valuta asing sebesar US$ 416,3 miliar, atau menurun 12 persen. Defisit neraca modal tercatat US$ 40,9 miliar, atau menurun 67 persen.

Juru bicara SAFE menyatakan, sejak memasuki tahun ini, tekanan arus modal keluar dari wilayah Tiongkok semakin mereda. Pada Februari dan Maret lalu, permintaan dan penawaran devisa secara keseluruhan terjaga seimbang. Jubir tadi mengatakan, perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal dan internal merupakan penyebab utama yang mengakibatkan perubahan tersebut.

Selain keseimbangan pergerakan dana, perubahan kurs mata uang RMB adalah masalah lain yang menjadi sorotan masyarakat. Bank Federal Reserve AS meningkatkan suku bunga pada Maret lalu. Baru-baru ini Fed menyatakan akan sekali lagi menaikkan suku bunga. Mengingat Fed kemungkinan mengambil aksi untuk memperbaiki the Balance Sheet, maka nilai tukar RMB akan menghadapi tekanan yang semakin besar.

Mengenai pendapatan dan pembayaran valas pada masa depan, jubir SAFE menyatakan, pergerakan dana lintas wilayah Tiongkok secara keseluruhan akan berkembang ke arah yang seimbang. Alasannya ialah ekonomi Tiongkok masih berada dalam level pertumbuhan yang pesat ,dan Tiongkok akan tetap menjadi salah satu tujuan yang paling kompetitif dan menarik untuk menanam modal jangka panjang. Sementara itu, keterbukaan pasar moneter Tiongkok adalah penyebab lain yang mendukung pergerakan seimbang devisa Tiongkok. Selain itu, seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam perbaikan mekanisme penentuan nilai tukar RMB, maka elastisitas kurs RMB akan semakin menguat. Ditambah cadangan devisa yang melimpah dan transasksi berjalan yang terus mengalami surplus, maka SAFE menyatakan percaya bahwa Tiongkok mampu menjaga kestabilan pengoperasian neraca pembayaran valas.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar