Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Dinkes gerakan masyarakat cegah penyakit tidak menular

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto sumber dinkes.banjarkab.go.id
Foto sumber dinkes.banjarkab.go.id
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggerakkan masyarakat untuk mengatasi dan mencegah penyakit menular melalui program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM).</p><p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, di Martapura Sabtu (22/4)&nbsp;mengatakan, bangga dengan kerja para kader dan petugas kesehatan Posbindu PTM yang telah mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri.</p><p> Salah satu Posbindu PTM yang telah mampu melaksanakan kegiatan secara rutin adalah Posbindu Sungai Tabuk 1 yang masuk dalam pembinaan Puskesmas Sungai Tabuk 1.</p><p> Posbindu PTM Sungai Tabuk 1 ini, kata Ikhwan menggelar kegiatan pelayanan kesehatan satu kali setiap bulannya, antara lain melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.</p><p> Beberapa penyakit tidak menular yang sering terjadi di masyarakat antara lain, jantung, diabetes, stroke, asam urat dan beberapa penyakit lainnya.</p><p> "Program ini disambut antusias masyarakat ini terbukti dengan banyaknya warga yang datang setiap program Posbindu digelar," katanya.</p><p> Menurut Ikhwansyah, Posbindu PTM adalah salah satu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang bersifat promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit tidak menular.</p><p> Sasarannya adalah semua masyarakat yang berumur di atas 15 tahun. Kegiatan Posbindu PTM sejatinya merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat.</p><p> "Tetapi bagi Posbindu PTM yang masih baru dibentuk, pembinaannya masih menjadi tanggung jawab dari Puskesmas dengan berpedoman pada Juknis Posbindu PTM," katanya.</p><p> Apabila kader dianggap sudah mampu melaksanakan kegiatan sendiri maka Posbindu PTM bisa berjalan sendiri, seiring dengan peran aktif masyarakat sekitar.</p><p> Posbindu PTM Sungai Tabuk 1 yang dikelola oleh Hapsah yang melaksanakan kegiatan rutin setiap bulan sekali di desa-desa yang berada di wilayah UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1.</p><p> Sedangkan Puskesmas Sungai Tabuk 1 sendiri membina 12 desa yaitu Sungai Tabuk Keramat, Sungai Tabuk Kota, Abumbun Jaya, Pematang Panjang, Gudang Hirang, Pemakuan, Gudang Tengah, Lok Buntar, Pejambuan, Keliling Benteng Ilir, Tajau Landung, dan Sungai Bangkal.</p><p> Posbindu PTM menjadi ujung tombak pembinaan masyarakat dalam meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menurunkan risiko kejadian penyakit tidak menular masyarakat desa.</p><p> Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di Posbindu adalah wawancara penggalian informasi faktor risiko tentang riwayat PTM masyarakat.</p><p> Apakah ada kebiasaan merokok, kurang makan sayur dan buah, potensi terjadinya cedera dan kekerasan dalam rumah tangga, serta informasi lainnya yang dibutuhkan untuk identifikasi masalah kesehatan berkaitan dengan terjadinya PTM.</p><p> Selain itu dilakukan kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, analisis lemak tubuh, dan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium serta konseling kesehatan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggerakkan masyarakat untuk mengatasi dan mencegah penyakit menular melalui program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM).</p><p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, di Martapura Sabtu (22/4)&nbsp;mengatakan, bangga dengan kerja para kader dan petugas kesehatan Posbindu PTM yang telah mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri.</p><p> Salah satu Posbindu PTM yang telah mampu melaksanakan kegiatan secara rutin adalah Posbindu Sungai Tabuk 1 yang masuk dalam pembinaan Puskesmas Sungai Tabuk 1.</p><p> Posbindu PTM Sungai Tabuk 1 ini, kata Ikhwan menggelar kegiatan pelayanan kesehatan satu kali setiap bulannya, antara lain melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.</p><p> Beberapa penyakit tidak menular yang sering terjadi di masyarakat antara lain, jantung, diabetes, stroke, asam urat dan beberapa penyakit lainnya.</p><p> "Program ini disambut antusias masyarakat ini terbukti dengan banyaknya warga yang datang setiap program Posbindu digelar," katanya.</p><p> Menurut Ikhwansyah, Posbindu PTM adalah salah satu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang bersifat promotif dan preventif dalam penanggulangan penyakit tidak menular.</p><p> Sasarannya adalah semua masyarakat yang berumur di atas 15 tahun. Kegiatan Posbindu PTM sejatinya merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat.</p><p> "Tetapi bagi Posbindu PTM yang masih baru dibentuk, pembinaannya masih menjadi tanggung jawab dari Puskesmas dengan berpedoman pada Juknis Posbindu PTM," katanya.</p><p> Apabila kader dianggap sudah mampu melaksanakan kegiatan sendiri maka Posbindu PTM bisa berjalan sendiri, seiring dengan peran aktif masyarakat sekitar.</p><p> Posbindu PTM Sungai Tabuk 1 yang dikelola oleh Hapsah yang melaksanakan kegiatan rutin setiap bulan sekali di desa-desa yang berada di wilayah UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1.</p><p> Sedangkan Puskesmas Sungai Tabuk 1 sendiri membina 12 desa yaitu Sungai Tabuk Keramat, Sungai Tabuk Kota, Abumbun Jaya, Pematang Panjang, Gudang Hirang, Pemakuan, Gudang Tengah, Lok Buntar, Pejambuan, Keliling Benteng Ilir, Tajau Landung, dan Sungai Bangkal.</p><p> Posbindu PTM menjadi ujung tombak pembinaan masyarakat dalam meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menurunkan risiko kejadian penyakit tidak menular masyarakat desa.</p><p> Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di Posbindu adalah wawancara penggalian informasi faktor risiko tentang riwayat PTM masyarakat.</p><p> Apakah ada kebiasaan merokok, kurang makan sayur dan buah, potensi terjadinya cedera dan kekerasan dalam rumah tangga, serta informasi lainnya yang dibutuhkan untuk identifikasi masalah kesehatan berkaitan dengan terjadinya PTM.</p><p> Selain itu dilakukan kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, analisis lemak tubuh, dan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium serta konseling kesehatan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com