Senin, 17 Desember 2018 | 01:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BKKBN dorong remaja tidak nikah usia dini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) mendorong agar remaja tidak melakukan pernikahan usia dini.</p><p> Mikhael Yance Galmin, Kasubbid Bina Ketahanan Remaja dari Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Rabu (26/4), mengatakan, pernikahan pada usia dini dapat menyebabkan sejumlah masalah pada remaja.</p><p> "Pernikahan usia dini dapat menyebabkan rendahnya hak kesehatan reproduksi, subordinasi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga dan peluang kematian ibu yang tinggi," katanya.</p><p> Selain itu pernikahan usia dini juga berdampak pada lama jangka waktu sekolah yang rendah, serta banyaknya jumlah remaja yang dikeluarkan dari sekolah.</p><p> "Oleh karena itu, BKKBN menjalankan program Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja agar dapat merencanakan hidup mereka," ia menjelaskan.</p><p> Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.</p><p> Salah satu hal yang menjadi fokus adalah promosi pendewasaan usia perkawinan dengan tujuan meningkatkan media usia kawin pertama perempuan.</p><p> "Sasaran program GenRe adalah remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah, mahasiswa atau mahasiswi yang belum menikah, keluarga dan masyarakat peduli remaja, untuk menyiapkan 'Generasi Emas'," ia mengungkapkan.</p><p> Yang disebut dengan Generasi Berencana adalah remaja yang menjalani jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) mendorong agar remaja tidak melakukan pernikahan usia dini.</p><p> Mikhael Yance Galmin, Kasubbid Bina Ketahanan Remaja dari Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Rabu (26/4), mengatakan, pernikahan pada usia dini dapat menyebabkan sejumlah masalah pada remaja.</p><p> "Pernikahan usia dini dapat menyebabkan rendahnya hak kesehatan reproduksi, subordinasi keluarga, kekerasan dalam rumah tangga dan peluang kematian ibu yang tinggi," katanya.</p><p> Selain itu pernikahan usia dini juga berdampak pada lama jangka waktu sekolah yang rendah, serta banyaknya jumlah remaja yang dikeluarkan dari sekolah.</p><p> "Oleh karena itu, BKKBN menjalankan program Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja agar dapat merencanakan hidup mereka," ia menjelaskan.</p><p> Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.</p><p> Salah satu hal yang menjadi fokus adalah promosi pendewasaan usia perkawinan dengan tujuan meningkatkan media usia kawin pertama perempuan.</p><p> "Sasaran program GenRe adalah remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah, mahasiswa atau mahasiswi yang belum menikah, keluarga dan masyarakat peduli remaja, untuk menyiapkan 'Generasi Emas'," ia mengungkapkan.</p><p> Yang disebut dengan Generasi Berencana adalah remaja yang menjalani jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com