Kamis, 23 November 2017

Inilah manfaat konsumsi kulit ayam yang selama ini justru dihindari

Kamis, 04 Mei 2017 11:27

Ayam panggang (sumber: Steth News) Ayam panggang (sumber: Steth News)
Ayo berbagi!

Hampir semua orang diberitahu bahwa memakan kulit ayam yang dikenal penuh lemak itu konon berbahaya bagi kesehatan. Selain menggemukkan, juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah serta berperan dalam penyakit jantung. Akan tetapi, sejumlah penelitian terbaru memutarbalikkan anggapan lama ini.

Para pakar gizi dari Harvard University mengkonfirmasi bahwa konsumsi kulit ayam, khususnya secara wajar tidak akan menyebabkan permasalahan kesehatan. Malah, makan kulit ayam yang dikenal lezat tersebut malah memiliki sejumlah keuntungan antara lain:

Bagus untuk kesehatan jantung

Yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa kulit ayam bukanlah musuh nomor satu jantung anda. Sama seperti alpukat yang sempat dihindari masyarkat karena dianggap memiliki kandungan lemak tinggi, maka kulit ayam pun juga mengandung lemah tak jenuh, yang dikenal bersahabat bagi kesehatan jantung. Lemak jenis ini dapat membantu mengurangi tekanan darah serta tingkat kolesterol yang buruk sementara mengatur sejumlah hormon. 

Jumlah kalori tidak terlalu tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan ayam tak berkulit

Sepotong daging ayam seberat 120 gr dengan kulit hanya mengandung 50 kalori lebih saja dari ayam tak berkulit dengan porsi yang sama. 

Suatu hidangan yang gurih

Apa yang menguntungkan dari makanan yang sudah gurih? Anda tidak perlu menambahkan banyak garam kepadanya. Kita semua tahu potensi garam berlebih dan dampaknya pada kesehatan. Jadi dengan tidak langsung, bahaya konsumsi garam berlebihan juga dapat ditekan. 

Tidak banyak minyak yang terserap

Memasak ayam di suhu tinggi dapat menyebabkan masakan tersebut menjadi sangat berminyak. Untungnya kulit ayam dapat bertindak sebagai penyangga, sehingga tidak perlu mencemaskan masuknya terlalu banyak minyak di dalam daging ayam itu sendiri. Minyak gorengan itu sendiri akan berubah menjadi kerak dan segala kelembapan tidak akan masuk ke dalam. 

Jadi meskipun anda berniat untuk memakan ayam tanpa kulitnya, tetapi tidak ada salahnya tetap memasaknya dengan kulit yang masih menempel. 

Kulit ayam memang merupakan suatu kenikmatan sendiri ketika dikonsumsi. Meskipun demikian, tetaplah penting untuk mengingat bahwa ayam mengandung lebih banyak Omega 6 ketimbang Omega 3. Rasio yang tidak berimbang ini dapat menyebabkan peradangan jika dimakan setiap hari dalam porsi besar. Oleh karena itulah memakan secara moderat itu sangat penting. 

Selain itu, jika kulit ayam itu terbakar (ketika dipanggang misalnya), sebaiknya kulit itu jangan dimakan karena selain nilai gizinya yang nyaris tidak ada, juga dapat memicu sejumlah permasalahan kesehatan lainnya. 

Sumber: disadur dari Steth News

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar