Sabtu, 22 September 2018 | 19:05 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

/

Ibu yang Bunuh 8 Anak di Australia Tak Akan Diadili

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Seorang ibu yang membunuh delapan anak-anak di sebuah rumah di Kota Cairns, Australia, pada 19 Desember 2014 lalu, tidak akan diadili secara pidana. Demikian keputusan Peradilan Kesehatan Mental di Queensland yang dirilis Kamis (4/5/2017), yang menyatakan wanita tersebut "tidak waras" saat menikam para korbannya.</p><p>Mayat empat anak laki-laki dan empat anak perempuan, yang berusia antara dua hingga 14 tahun, ditemukan di sebuah rumah di jalan Murray Street di daerah Manoora pada 19 Desember 2014.</p><p>Raina Mersane Ina Thaiday, yang juga dikenal sebagai Mersane Warria, merupakan ibu tujuh anak yang menjadi korban dan tante dari satu korban lainnya, didakwa dengan pasal pembunuhan.</p><p>Namun peradilan kesehatan mental tersebut memutuskan Thaiday (kini 40 tahun) tidak bertanggung jawab atas tindakannya. Pasalnya, menurut pengadilan, dia menderita episode psikotik, dipicu oleh skizofrenia yang tidak terdiagnosa.</p><p>Keputusan pengadilan yang diputusakan bulan lalu namun baru dirilis hari ini dengan sendirinya membatalkan semua tuntutan terhadap Thaiday dan kasus pun dihentikan.</p><p>Di bawah undang-undang Queensland, orang yang tidak waras dinyatakan tidak bertanggung jawab secara kriminal atas tindakan mereka dan tidak dapat dituntut di masa depan.</p><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/8490704-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Mother was of &#39;unsound mind&#39; when she killed eight children in Cairns, court rules" alt="Raina Mersane Ina Thaiday, also known as Mersane Warria, being taken to hospital by police in December 2014" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Raina Mersane Ina Thaiday, yang juga dikenal dengan nama Mersane Warria, dibawa ke rumah sakit oleh polisi pada Desember 2014.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC TV News</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Thaiday saat ini diwajibkan mengikuti perintah perawatan di bangsal dengan pengamanan ketat di Pusat Kesehatan Mental di pinggiran Brisbane.</p><p>Tidak jelas apakah dia akan dilepaskan kembali ke masyarakat.</p><p>Dalam pengadilan terungkap sebelum pembunuhan itu, Thaiday tidak memiliki riwayat kriminal dan tidak pernah diobati untuk masalah kesehatan mental.</p><p>Thaiday tanmpak duduk terdiam dan tidak menunjukkan emosi saat rincian kasusnya dibacakan di persidangan.</p><p>Selama persidangan, dia kebanyakan hanya menatap ke depan, dan secara singkat menyadari kehadiran anak laki-lakinya Lewis, yang menemukan saudara-saudaranya yang meninggal dan ibunya dengan luka tusukan yang dilakukannya sendiri.</p><h3>'Tidak sesuai karakter'</h3><p>Tiga psikiater mengatakan bahwa kondisi mental Thaiday telah memburuk selama berbulan-bulan. Pada hari-hari menjelang pembunuhan, dia yakin bisa berkomunikasi dengan roh, melempar barang-barang dari rumah ke halaman, dan bolak-balik di jalan sambil berteriak.</p><p>Menurut psikiater, ketika Thaiday akhirnya bertindak dengan kekerasan, dia tidak berada di bawah pengaruh narkoba, alkohol atau zat lainnya.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/5981298-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Yellow sheeting surrounds a house in Manoora, Cairns" alt="Yellow sheeting surrounds a house in Manoora, Cairns" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Rumah di jalan Murray Street di Manoora, Cairns, yang menjadi lokasi kejadian pada Desember 2014.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>ABC News: Josh Bavas</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Psikiater Dr Pamela van de Hoef mengatakan bahwa Thaiday didorong oleh "keyakinan keliru yang tak kukuh" dan tindakannya "mengejutkan karena tidak sesuai karakter".</p><p>"Dia percaya pada saat itu, dan beberapa hari dan minggu sebelumnya, bahwa kiamat sudah datang," katanya.</p><p>Seorang psikiater lainnya, Dr. Jane Phillips, mengatakan bahwa Thaiday menderita psikosis skizofrenia parah.</p><p>"Dia mendengar suara seekor burung... dan percaya itu adalah pesan bahwa dia harus membunuh anak-anaknya untuk menyelamatkan mereka," katanya dalam persidangan.</p><h3>'Skizofrenia yang paling buruk'</h3><p>Hakim Jean Dalton mengatakan bahwa pembelaan mengenai ketidakwarasan tersangka dibuat berdasarkan "bukti yang sangat meyakinkan".</p><p>"Thaiday menderita penyakit jiwa yang membuat kehilangan kapasitas pada saat pembunuhan tersebut," kata Hakim Dalton.</p><p>"Artinya, dia berhak mendapatkan pembelaan terkait pikiran yang tidak sehat. Bukti-buktinya tidak diragukan. Tidak ada keraguan mengenai kesimpulan hukum yang diputuskan dari situ," jelasnya.</p><p>Dr Frank Varghese, salah satu dari dua psikiater yang membantu Hakim Dalton, mengatakan bahwa "keadaan delokalional apokaliptik" yang dialami Thaiday adalah salah satu kasus skizofrenia terburuk yang pernah dia lihat.</p><p>Dia mengatakan hal itu mungkin dipicu oleh penggunaan ganja oleh Thaiday dalam jangka panjang. Dia berhenti menggunakan ganja beberapa bulan sebelum pembunuhan terjadi.</p><p>"Ini adalah skizofrenia yang sangat mendalam dan yang terburuk dari segi teror bagi pasien, dan juga konsekuensi bagi korban yang terbunuh," katanya.</p><p>Hakim Dalton mengizinkan Thaiday untuk sewaktu-waktu keluar ke halaman tempat perawatannya dengan pengawalan. Menurut psikiater, hal itu dapat membantu perawatannya.</p><p>Diterbitkan Kamis 4 Mei 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-04/mother-killing-eight-children-in-cairns-wont-face-criminal-trial/8489830" target="_blank" title="">ABC News</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Lingkungan | 22 September 2018 - 18:25 WIB

LSM: Moratorium sawit langkah kurang bertaring

Sosbud | 22 September 2018 - 17:47 WIB

PP Sumut gelar renungan peringati Hari Kesaktian Pancasila

Pembangunan | 22 September 2018 - 17:35 WIB

Menko Kemaritiman: Pembangunan Bandara Singaraja harus jadi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com