Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Bayi ini lahir memegang IUD yang seharusnya mencegah ibunya hamil lagi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Bayi Dexter memegang alat kontrasepsi ibunya (sumber: Lucy Hellein)
Bayi Dexter memegang alat kontrasepsi ibunya (sumber: Lucy Hellein)
<p>Dexter Tyler, seorang bayi dilahirkan melalui prosedur caesar tengah memegang alat kontrasepsi IUD yang seharusnya mencegah kehamilan ibunya kembali. Bayi laki-laki tersebut merupakan anak kedua dari Lucy Hellein yang berasal dari negara bagian Alabama, Amerika Serikat.</p><p>Sebagaimana dilansir <i>The Daily Mail</i>, sebuah foto yang beredar di media sosial dan telah dibagikan puluhan ribu kali itu menunjukkan Dexter yang baru lahir tengah menggenggam alat kontrasepsi yang diketahui efektif 99 persen. Akan tetapi, kemudian diketahui bahwa foto tersebut bukanlah keadaan ketika Dexter baru saja&nbsp;diangkat dari rahim ibunya melalui operasi caesar, meskipun Lucy mengaku bahwa anak keduanya itu memang tengah menggenggamnya.</p><p>Lucy dipasang alat kontrasepsi hormonal itu pada bulan Agustus tahun lalu, dan baru menyadari dirinya hamil beberapa waktu sebelum Natal, menjelang akhir bulan Desember. Berdasarkan tingkat kehamilan pada waktu diketahui, maka diperkirakan Lucy hamil hanya beberapa hari setelah alat kontrasepsi tersebut dipasang pada dirinya.&nbsp;<br></p><p>Tadinya, dokter yang memeriksanya menduga bahwa alat IUD tersebut sempat terlepas karena tidak muncul ketika dilakukan penindaian ultrasonografi. Ternyata, spiral tersebut tersembunyi di belakang plasenta.&nbsp;</p><p>Sebagai langkah preventif kehamilan kembali, maka Lucy memutuskan untuk disterilisasi. Dalam wawancaranya dengan situs Metro, Lucy mengatakan, "Dexter memang sudah ditakdirkan untuk lahir; seharusnya dia dijadwalkan untuk lahir pada tanggal 4 Mei lalu...Meski dia bukan bayi yang direncanakan, akan tetapi saya dan keluarga merasa sangat diberkati."&nbsp;<br></p><p>Tidak ada satupun alat kontrasepsi yang 100 persen ampuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh National Health Service, Inggris berikut adalah tingkat keampuhan berbagai macam alat kontrasepsi: kondom pria (98 persen); kondom perempuan (95 persen), pil kontrasepsi kombinasi (99 persen); pil kontrasepsi progestogen (99 persen); kontrasepsi suntik (99 persen)&nbsp; selama periode delapan hingga duabelas pekan. Susuk (99 persen); IUS/IUD (99 persen). Kesemuanya itu dengan catatan bahwa dilakukan penggunaan alat secara tepat.&nbsp;<br></p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 10:26 WIB

Dishub kerahkan 300 personel kawal pawai Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 10:15 WIB

Puspa Sumut tuntut RUU PKS segera disahkan

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:49 WIB

Pemkab Langkat raih penghargaan `Gerakan Menuju 100 Smart City`

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:37 WIB

Dansatgas TNI Konga tutup pelatihan CTC di Kongo

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 09:25 WIB

Masalah kesejahteraan diduga jadi motif penembakan 31 pekerja di Papua

Pembangunan | 15 Desember 2018 - 09:13 WIB

Gubernur Jabar targetkan seluruh daerah terhubung jalan tol

<p>Dexter Tyler, seorang bayi dilahirkan melalui prosedur caesar tengah memegang alat kontrasepsi IUD yang seharusnya mencegah kehamilan ibunya kembali. Bayi laki-laki tersebut merupakan anak kedua dari Lucy Hellein yang berasal dari negara bagian Alabama, Amerika Serikat.</p><p>Sebagaimana dilansir <i>The Daily Mail</i>, sebuah foto yang beredar di media sosial dan telah dibagikan puluhan ribu kali itu menunjukkan Dexter yang baru lahir tengah menggenggam alat kontrasepsi yang diketahui efektif 99 persen. Akan tetapi, kemudian diketahui bahwa foto tersebut bukanlah keadaan ketika Dexter baru saja&nbsp;diangkat dari rahim ibunya melalui operasi caesar, meskipun Lucy mengaku bahwa anak keduanya itu memang tengah menggenggamnya.</p><p>Lucy dipasang alat kontrasepsi hormonal itu pada bulan Agustus tahun lalu, dan baru menyadari dirinya hamil beberapa waktu sebelum Natal, menjelang akhir bulan Desember. Berdasarkan tingkat kehamilan pada waktu diketahui, maka diperkirakan Lucy hamil hanya beberapa hari setelah alat kontrasepsi tersebut dipasang pada dirinya.&nbsp;<br></p><p>Tadinya, dokter yang memeriksanya menduga bahwa alat IUD tersebut sempat terlepas karena tidak muncul ketika dilakukan penindaian ultrasonografi. Ternyata, spiral tersebut tersembunyi di belakang plasenta.&nbsp;</p><p>Sebagai langkah preventif kehamilan kembali, maka Lucy memutuskan untuk disterilisasi. Dalam wawancaranya dengan situs Metro, Lucy mengatakan, "Dexter memang sudah ditakdirkan untuk lahir; seharusnya dia dijadwalkan untuk lahir pada tanggal 4 Mei lalu...Meski dia bukan bayi yang direncanakan, akan tetapi saya dan keluarga merasa sangat diberkati."&nbsp;<br></p><p>Tidak ada satupun alat kontrasepsi yang 100 persen ampuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh National Health Service, Inggris berikut adalah tingkat keampuhan berbagai macam alat kontrasepsi: kondom pria (98 persen); kondom perempuan (95 persen), pil kontrasepsi kombinasi (99 persen); pil kontrasepsi progestogen (99 persen); kontrasepsi suntik (99 persen)&nbsp; selama periode delapan hingga duabelas pekan. Susuk (99 persen); IUS/IUD (99 persen). Kesemuanya itu dengan catatan bahwa dilakukan penggunaan alat secara tepat.&nbsp;<br></p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com