Selasa, 19 Juni 2018 | 07:27 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Warga Pekanbaru keluhkan harga bawang putih mahal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
<p>Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru mengeluhkan harga bumbu dapur bawang putih mahal dan telah naik menembus Rp50.000/kg dari sebelumnya Rp38.000/kg.</p><p> "Sudah dua pekan ini harga bawang putih tiap hari naik terus," kata Sarmila (35), ibu rumah tangga di Jalan Setia Budi, Pekanbaru, Selasa (16/5).</p><p> Sarmila menyatakan kenaikan harga bawang putih ini membawa dampak pada biaya belanja sehari-hari keluarganya yang meningkat.</p><p> Ia mengakui harus merogoh saku lebih dalam agar dapat membeli bahan bumbu dapur pembuat sedap masakan itu.</p><p> "Terpaksa dihemat belanjaan lainnya, untung saja harga bumbu seperti cabai keriting, bawang merah, dan tomat masih stabil," katanya lagi.</p><p> Keluhan serupa diakui Lipita (35), pengelola Rumah Makan Ampera di Jalan Durian, Pekanbaru.</p><p> Kenaikan harga bawang putih ini dinilai membawa dampak pada biaya bumbu masakan warung miliknya makin meningkat.</p><p> "Sebelumnya harga bawang putih hanya Rp38.000 per kilogram, kini naik menembus Rp50.000," ujarnya pula.</p><p> Padahal menurutnya, kenaikan harga bawang putih ini tidak serta merta bisa membuat pengelola Rumah Makan Ampera menaikkan harga nasi bungkus.</p><p> "Kami belum menaikkan harga nasi bungkus, karena bisa disikapi dari harga bumbu dapur lainnya yang tidak naik," katanya lagi.</p><p> Namun ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengantisipasi kenaikan ini agar tidak merembet kepada harga sembako lainnya.</p><p> "Ramadan tidak lama lagi, biasanya harga sembako ikutan naik," ujarnya.</p><p> Menurut Budi, pedagang di Pasar Kodim, kenaikan ini disebabkan pasokan bawang putih yang tidak lancar dari para agen.</p><p> "Kalau harga naik tidak masalah, asalkan pasokan tetap lancar, sehingga tidak membuat pedagang bingung. Ini dari kemarin susah mendapatkan bawang putih karena kosong," ujarnya pula.</p><p> Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa kenaikan harga bawang putih ini disebabkan panen yang tidak merata di dalam negeri, sehingga mengakibatkan stok terbatas.</p><p> "Panen di sentra penghasil yang tidak merata, sehingga stok terbatas dan menyebabkan harga bawang putih naik," ujar Masirba.</p><p> Diakuinya, harga yang kini terjadi di pasaran memang sudah tidak bisa dikendalikan lagi kenaikannya melewati ambang batas.</p><p> "Harga bawang putih kini sudah di atas ambang batas yang ditetapkan Kemendag Rp38.000 per kg," ujarnya lagi.</p><p> Menurut Masirba perlu ada kebijakan dan intervensi pemerintah, seperti menambah pasokan bawang putih dari luar.</p><p> "Pemerintah provinsi kami minta untuk melakukan intervensi dengan cara membuka keran impor bawang putih," katanya pula. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com