Jumat, 28 Juli 2017

Warga Pekanbaru keluhkan harga bawang putih mahal

Selasa, 16 Mei 2017 08:28

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru mengeluhkan harga bumbu dapur bawang putih mahal dan telah naik menembus Rp50.000/kg dari sebelumnya Rp38.000/kg.

"Sudah dua pekan ini harga bawang putih tiap hari naik terus," kata Sarmila (35), ibu rumah tangga di Jalan Setia Budi, Pekanbaru, Selasa (16/5).

Sarmila menyatakan kenaikan harga bawang putih ini membawa dampak pada biaya belanja sehari-hari keluarganya yang meningkat.

Ia mengakui harus merogoh saku lebih dalam agar dapat membeli bahan bumbu dapur pembuat sedap masakan itu.

"Terpaksa dihemat belanjaan lainnya, untung saja harga bumbu seperti cabai keriting, bawang merah, dan tomat masih stabil," katanya lagi.

Keluhan serupa diakui Lipita (35), pengelola Rumah Makan Ampera di Jalan Durian, Pekanbaru.

Kenaikan harga bawang putih ini dinilai membawa dampak pada biaya bumbu masakan warung miliknya makin meningkat.

"Sebelumnya harga bawang putih hanya Rp38.000 per kilogram, kini naik menembus Rp50.000," ujarnya pula.

Padahal menurutnya, kenaikan harga bawang putih ini tidak serta merta bisa membuat pengelola Rumah Makan Ampera menaikkan harga nasi bungkus.

"Kami belum menaikkan harga nasi bungkus, karena bisa disikapi dari harga bumbu dapur lainnya yang tidak naik," katanya lagi.

Namun ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengantisipasi kenaikan ini agar tidak merembet kepada harga sembako lainnya.

"Ramadan tidak lama lagi, biasanya harga sembako ikutan naik," ujarnya.

Menurut Budi, pedagang di Pasar Kodim, kenaikan ini disebabkan pasokan bawang putih yang tidak lancar dari para agen.

"Kalau harga naik tidak masalah, asalkan pasokan tetap lancar, sehingga tidak membuat pedagang bingung. Ini dari kemarin susah mendapatkan bawang putih karena kosong," ujarnya pula.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa kenaikan harga bawang putih ini disebabkan panen yang tidak merata di dalam negeri, sehingga mengakibatkan stok terbatas.

"Panen di sentra penghasil yang tidak merata, sehingga stok terbatas dan menyebabkan harga bawang putih naik," ujar Masirba.

Diakuinya, harga yang kini terjadi di pasaran memang sudah tidak bisa dikendalikan lagi kenaikannya melewati ambang batas.

"Harga bawang putih kini sudah di atas ambang batas yang ditetapkan Kemendag Rp38.000 per kg," ujarnya lagi.

Menurut Masirba perlu ada kebijakan dan intervensi pemerintah, seperti menambah pasokan bawang putih dari luar.

"Pemerintah provinsi kami minta untuk melakukan intervensi dengan cara membuka keran impor bawang putih," katanya pula. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar