Minggu, 28 Mei 2017

Musim giling 2017, Pabrik Gula Djatiroto target hasilkan 8.000 ton gula

Selasa, 16 Mei 2017 15:25

Foto: Effendi Murdiono Foto: Effendi Murdiono
Ayo berbagi!

General Manajer Pabrik Gula Djatiroto, Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Imam Sucipto menargetkan masa giling 2017 redeem 8 hal itu bisa dilampaui bila mana tebu yang digiling tidak melampaui batas masak dan cuaca mendung.

Demikian disampaikan Kepala Direktur Utama PTPN XI Ir.H. Mohammad Cholidi kepada Kontributor Elshinta, Effenfi Murdiono, Selasa (16/5).

Menurutnya, giling yang rencana dimulai tanggal 29 Mei mendatang bisa menggiling hingga satu juta ton dengan hasil produksi kisaran 8.000 ton gula dari pabrik Djatiroto.

Dengan mesin peralatan baru tahun depan produksi sudah melampaui 10.000 TCD jika dikalikan seratus tiga puluh hari giling maka hasilnya produksi 1,3 ton.

Dipaparkan Cholidi, dengan mesin baru itu nanti produksi giling sekitar 140 hari dan harapan pada bulan Oktober sudah tutup giling. Memperpendek masa giling dalam upaya redeem tidak sampai merosot akibat cuaca hujan, perpanjangan masa giling hingga bulan Desember tidak hanya pabrik mengalami kerugian, petani pun dapat menambah cosh pengeluaran seperti angkut dan muat sementara redemen yang diharapakan tidak tercapai.

Sebagai Direktur Utama PTPN XI Cholidi sudah melakukan komitmen dengan direktur utama se-Jawa Timur sepakat membina petani tebu di wilayah masing-masing untuk menjadikan raja. Artinya kesejahteraan petani itu diperoleh dari mereka giling di wilayahnya bukan ke daerah lain. 

Direktur utama di enam wilayah se-Jawa Timur setuju untuk pengawasan redemeen P3GI, tujuannya dimana pun tebu itu dijual atau dipasok oleh petani redemeen sama dengan cara itu petani tebu tidak akan memasok tebunya ke luar daerah.

Proyek yang sedang berjalan di pabrik gula Djatiroto dengan biaya Rp870 miliar diakhir tahun sudah masuk dalam pengerjaan pemasangan gilingan sekitar bulan Juli 2018, buka giling bisa mencapai 10.000 ton perharinya tebu yang digiling.

Petani diberi kelonggaran mengajukan bibit tidak cuma itu traktor, pupuk dan danapun disiapkan dengan komitmen menyetor tebunya ke pabrik yang membina. Petani di wilayah pabrik-pabrik Djatiroto umumnya dalam peningkatan kwalitas dan kuantitas harus memperhatikan tumbuh kembang dari tanaman tebu, dari itu Direktur Utama PTPN XI mengajak petani segera mengajukan bibit lewat mador, sinder wilayah dan Jendral Manajer pabrik gula Djatiroto akan suport dalam hal itu meningkatkan kesejahteraan petani.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor : Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar