Kamis, 21 September 2017

Sebabkan Kematian Pekerja, Perusahaan Australia Didenda Rp 2 M

Rabu, 17 Mei 2017 10:40

(Courtesy: AustraliaPlus) Helen Booth, ibu Matthew Arena, berada di pengadilan dengan suaminya untuk mendengar putusan hukuman. (Courtesy: AustraliaPlus) Helen Booth, ibu Matthew Arena, berada di pengadilan dengan suaminya untuk mendengar putusan hukuman.
Ayo berbagi!

Salah satu produsen daging sapi terbesar Australia telah didenda $ 200.000 (atau setara Rp 2 miliar) karena insiden kerja yang menyebabkan kematian salah satu karyawannya di tahun 2012.

Mekanik diesel, Matthew Arena -yang berusia 24 tahun, meninggal dunia setelah tiang logam seberat 353 kilogram -yang diangkat oleh katrol yang rusak -jatuh menimpanya di sebuah peternakan milik S. Kidman & Co, di sebelah utara wilayah Tennant Creek.

Jaksa Mary Chalmers mengatakan kepada Hakim Ketua di Pengadilan Darwin, yakni John Lowndes, bahwa tiang tersebut mematahkan perut pemuda itu.

"Matthew Arena tidak meninggal begitu saja, jika saya bisa mengatakannya seperti itu," sebut Jaksa.

"Mereka berada di lokasi di mana paramedis tak bisa hadir dengan cara semestinya dan Yang Mulia bisa menarik kesimpulan yang jelas," imbuhnya.

Matthew Arena saat itu tengah membantu staf di Peternakan Helen Springs yang bekerja untuk memodifikasi tiang sepanjang sembilan meter menjadi tiang penerangan untuk arena kuda.

Sesuai dengan rencana kerja, pekerjaan itu telah dilakukan dengan cara berbeda sehari sebelumnya, namun pada hari insiden terjadi, ada perubahan staf dan katrol yang rusak digunakan untuk mengangkat tiang.

S. Kidman & Co mengaku bersalah karena tidak memenuhi kewajiban kesehatan dan keselamatan kerja lima tahun setelah kejadian tersebut.

Matthew Arena
Mekanik diesel, Matthew Arena, meninggal dunia dalam insiden kerja pada tahun 2012.

Supplied

Tiang jatuh dengan cara yang aneh

Perusahaan ini awalnya melawan jaksa penuntut umum dengan alasan teknis, baik dalam persidangan di Mahkamah Agung maupun Pengadilan Tinggi, namun keduanya gagal.

Pengacara perusahaan mengatakan kepada pengadilan pekan ini bahwa tiang tersebut jatuh dengan cara yang "aneh", mengakibatkan kematian yang tak mudah diperkirakan.

Namun dalam vonis hukuman pada Selasa (16/05/2017), Dr Lowndes mengatakan bahwa perusahaan tersebut jelas gagal untuk memastikan sebuah tugas berbahaya dilakukan dengan aman.

"Kecelakaan itu ... bisa dihindari jika tindakan pengendalian yang tepat telah dilakukan," kata Dr Lowndes.

"Terdakwa seharusnya tidak menggunakan asumsi sederhana bahwa sistem yang telah diikuti pada hari pertama akan dilanjutkan pada hari kedua dengan seorang pekerja baru yang tiba di tempat kerja," tutur Dr Lowndes.

Pengadilan mengungkap, hukuman maksimal untuk pelanggaran tersebut adalah $ 1,5 juta (atau setara Rp 15 miliar).

Namun Dr Lowndes mengatakan bahwa pelanggaran tersebut berskala menengah, dan bahwa ia mempertimbangkan pengakuan bersalah perusahaan yang ‘terlambat’ serta pendekatan "sadar keselamatan" dari pemilik baru perusahaan tersebut.

Tiang
Tiang seberat 353 kg di peternakan Helen Springs membunuh Matthew Arena ketika benda ini terjatuh menimpanya.

Supplied: NT Local Court

Sebuah usaha bersama yang dipimpin oleh Hancock Prospecting milik Gina Rinehart membeli S. Kidman & Co pada bulan Desember.

Ibu Matthew Arena, yakni Helen Booth, telah melakukan perjalanan dari negara bagian Victoria untuk hadir di pengadilan demi mendengar vonis hukuman tersebut.

Dr Lowndes mengakui hasil itu, yang menurutnya harus mempertimbangkan berbagai hal, tak bisa sepenuhnya mencerminkan kerugian yang dialami Helen Booth.

"Saya sepenuhnya menerima bahwa ibu dari Matthew Arena akan menganggap bahwa ini adalah jenis pelanggaran terburuk karena konsekuensi tragisnya," utaranya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 16:10 WIB 16/05/2017 oleh Nurina Savitri.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar