Sabtu, 27 Mei 2017

Masih Bingung dengan Cara Kerja Asuransi? Begini Prosesnya

Rabu, 17 Mei 2017 14:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/masih-bingung-dengan-cara-kerja-asuransi-begini-prosesnya courtesy https://www.cermati.com/artikel/masih-bingung-dengan-cara-kerja-asuransi-begini-prosesnya
Ayo berbagi!

Salah satu tantangan yang dihadapi industri asuransi di Indonesia adalah masih banyaknya orang yang belum mengetahui apa manfaat dari memiliki asuransi. Banyak yang berpikir asuransi hanya menjadi beban dalam pengeluaran sehari-hari. Bisa saja pemikiran tersebut muncul karena tidak memahami betul-betul soal asuransi.

Asuransi berperan dalam menanggung risiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya, seseorang yang memiliki asuransi mengalami kecelakaan. Sebagai pemegang asuransi, biaya perawatan orang tersebut tentu saja ditanggung perusahaan asuransi sesuai kesepakatan. Atau pemegang asuransi tersebut mengklaim premi yang selama ini dibayarkan ke perusahaan asuransi.

Klaim yang dilakukan pemegang asuransi harus disertai dengan syarat-syarat yang lengkap dan benar. Setidaknya terdiri dari laporan kejadian serta perhitungan kerugian yang dialami pemegang polis berikut data pendukungnya.

Kewajiban pemegang polis (nasabah asuransi) adalah membayar premi dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan. Premi ini menjadi sumber pendapatan perusahaan asuransi yang akan dikumpulkan dengan premi seluruh nasabah asuransi untuk menutup setiap klaim yang terjadi. Ada sisi saling menolong dari nasabah asuransi untuk nasabah lain yang sedang mengalami musibah atau risiko.

Baca Juga: Asuransi Umum vs Asuransi Jiwa, Apa Perbedaannya?

Manfaat Ikut Program Asuransi

 Manfaat Asuransi

Ada Manfaat di Balik Memiliki Asuransi via shutterstock.com

 

Karena hidup penuh dengan risiko, memiliki asuransi adalah solusi memproteksi diri dari risiko-risiko yang ada. Risiko sakit, kehilangan aset, kecelakaan, bahkan sampai kematian bisa saja terjadi tak terduga. Jangan sampai saat terjadi risiko tersebut, kita semakin menderita tanpa adanya proteksi asuransi. Karena itu, memiliki asuransi memberikan banyak manfaat bagi kita, di antaranya:

1. Membuat Hidup Lebih Tenang

Tidak ada yang mengetahui suatu saat kejadian buruk akan datang menghampiri kita. Berjaga-jaga adalah kunci terbaik agar terhindar dari hal tersebut. Karena itu, peranan asuransi di sini sangatlah penting. Dengan memiliki asuransi, kerugian dapat diminimalkan. Sebab ada jaminan perlindungan dari setiap klaim yang dilakukan. Dengan begitu, hidup pun menjadi lebih tenang.

2. Ada Asuransi yang Bisa Sekaligus Menjadi Sarana Investasi

Apakah Anda ingin berinvestasi, tetapi tidak tahu harus memilih yang mana? Anda dapat memulai dengan investasi yang digabung dalam satu paket asuransi atau yang dikenal dengan nama unit link. Investasi ini bukan berguna untuk diri Anda saja, melainkan juga bisa kepada orang terdekat. Memiliki investasi akan membuat Anda memiliki keuntungan pada masa depan. Selain itu, keuntungan saat ini dapat berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk hari esok.

3. Asuransi Berfungsi untuk Meminimalkan Kerugian

Secara tidak langsung, sebetulnya asuransi adalah cara untuk memaksa nasabahnya menabung dan baru akan terasa manfaatnya ketika pemegang polis mengalami risiko. Memiliki asuransi akan membantu Anda untuk mengatasi segala risiko yang terjadi.

Inilah Proses dan Cara Kerja Perusahaan Asuransi

 Cara Kerja Asuransi

Ilustrasi Perlindungan Asuransi via shutterstock.com

 

Berbagai keuntungan dan manfaat ikut program asuransi sebagaimana ulasan di atas bisa saja sudah diketahui masyarakat. Namun, belum mampu menari banyak orang untuk tertarik mengambil asuransi. Salah satu penyebabnya adalah mereka beranggapan bahwa prosesnya ribet apalagi kalau terjadi klaim.

Oleh sebab itu, memahami proses dan cara kerja perusahaan asuransi juga sama pentingnya dengan memahami produk asuransi itu sendiri.

Cara Kerja Asuransi: Saling Menolong Bagi Nasabah yang Terkena Musibah

Bisnis asuransi adalah bisnis mengambil alih risiko dari nasabah untuk ditanggung perusahaan asuransi. Cara menutup risiko adalah dengan menggunakan akumulasi dana premi yang dibayarkan nasabah untuk menutup klaim nasabah yang terkena musibah/risiko tersebut.

Gampangnya, ambil contoh perkumpulan pedagang ada 100 orang yang tergabung dalam asuransi dengan membayar premi Rp3 juta. Akumulasi total premi terkumpul adalah Rp300 juta. Diperkirakan dari 100 orang pedagang, ada lima orang yang terkena musibah dengan kerugian masing-masing Rp50 juta sehingga total kerugiannya adalah Rp250 juta.

Perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung risiko menggunakan akumulasi premi tersebut untuk menutup risiko klaim pedagang yang terkena musibah. Sementara yang tidak terkena musibah tidak bisa menerima tanggungan dari perusahaan asuransi.

Proses Kerja Perusahaan Asuransi

Proses kerja perusahaan asuransi menggunakan tiga tahap sederhana:

1. Menarik Nasabah

Perusahaan asuransi menawarkan produk dan mencari seseorang yang akan menjadi nasabah. Perusahaan asuransi akan membagi setiap pembeli asuransi atau pemegang polis ke dalam bagian yang berbeda-beda.

Jadi, jika Anda menggunakan asuransi kesehatan, tidak akan dicampur dengan asuransi jiwa atau yang lainnya. Asuransi akan menanggung setiap kerugian Anda sesuai dengan jumlah yang diambil pemegang polis.

2. Mengumpulkan Premi

Nasabah akan diberi jadwal pembayaran premi yang biasanya dilakukan setiap bulan. Melalui pembayaran premi ini maka jumlah uang dari setiap nasabah akan diolah guna mengatasi permasalahan yang dialami nasabah lain dan yang melakukan klaim kepada perusahaan asuransi. Jadi, sistem yang dijalankan perusahaan asuransi adalah perputaran uang dari nasabah untuk menutup risiko yang dialami nasabah lain.

3. Membayar Klaim

Jika terjadi klaim dari nasabah yang mengalami risiko, perusahaan asuransi harus membayarkan sesuai dengan ketentuan. Perusahaan asuransi akan memastikan kejadian atas klaim yang dilakukan nasabah adalah benar-benar musibah dan bukan merupakan kejadian yang disengaja. Dalam klausul polis, biasanya tertera perjanjian bahwa kalau kejadian memiliki unsur kesengajaan, ganti rugi tidak akan diberikan perusahaan asuransi.

Ketentuan Besarnya Premi untuk Nasabah Asuransi

 Premi Asuransi

Ilustrasi Ketentuan Premi Asuransi via shutterstock.com

 

Besarnya premi dan manfaat yang diberikan menjadi pertimbangan utama nasabah untuk ikut program asuransi. Jumlah premi yang dibayarkan bervariasi dan dapat berbeda antara satu nasabah dan nasabah lain. Beberapa pertimbangan untuk menentukan besarnya premi, di antaranya:

  1. Potensi kerugian yang mungkin dialami nasabah. Jika nasabah memiliki potensi kerugian yang besar, jumlah premi juga akan naik sesuai dengan potensi kerugian tersebut.
  2. Besarnya manfaat yang diterima nasabah atas klaim yang dilakukan. Klaim bisa saja atas kasus kehilangan, biaya rumah sakit, atau yang lainnya. Makin besar manfaat yang diterima nasabah maka premi juga akan semakin besar.
  3. Biaya administrasi untuk menjalankan proses mengenai asuransi nasabah.
  4. Ambang batas risiko dan penilaian lain oleh perusahaan asuransi. Prinsipnya, perusahaan asuransi tidak mau rugi atau malah bangkrut akibat salah menghitung potensi risiko dan pendapatan yang akan didapatkan dari premi tersebut.

Kriteria Risiko yang Bisa Diasuransikan

 Risiko Asuransi

Ada Sejumlah Risiko yang Ditanggung Asuransi via shutterstock.com

 

Tidak semua risiko bisa atau bahkan perlu diasuransikan. Hanya risiko yang menurut kita tidak bisa ditanggung sendiri saja yang perlu diasuransikan, seperti risiko sakit, kecelakaan, kehilangan, kebakaran, dan sebagainya.

Aset yang nilainya kecil tidak masuk kriteria yang dilindungi dalam asuransi. Prinsipnya, risiko yang diproteksi perusahaan asuransi memiliki kriteria berikut.

  1. Dapat dinilai secara finansial.
  2. Masuk dalam salah satu jenis asuransi yang ditawarkan perusahaan.
  3. Terdapat sejumlah orang dengan risiko yang sama.
  4. Layak untuk diasuransikan (memiliki nilai yang material dan kepentingan asuransi).

Kriteria risiko di atas biasanya sudah diolah perusahaan asuransi menjadi produk asuransi yang siap ditawarkan kepada masyarakat.

Bagaimana Perusahaan Asuransi Menjalankan Bisnis Pengelolaan Risiko?

 Perusahaan Asuransi

Ilustrasi Pengelolaan Asuransi via shutterstock.com

 

Bisnis asuransi adalah bisnis pengelolaan dan pengalihan risiko dari nasabah ke perusahaan asuransi. Beberapa sistem kerja dan cara mengelola risiko oleh perusahaan asuransi ini perlu Anda ketahui.

  1. Nasabah resmi terdaftar sebagai peserta program asuransi setelah menandatangani perjanjian yang dituangkan ke dalam bentuk polis asuransi.
  2. Nasabah yang terdaftar program asuransi wajib membayar premi. Semua premi dari nasabah akan masuk ke dalam pool asuransi. Anggota baru ataupun lama statusnya adalah sama, yaitu dijanjikan perusahaan asuransi akan dibayar sejumlah uang bila kerugian yang dipertanggungkan terjadi, asalkan premi yang menjadi kewajibannya telah dibayar.
  3. Ikut program asuransi layaknya membeli uang besar dengan uang kecil. Artinya, risiko bisa terjadi kapan saja. Bisa saja Anda baru ikut program asuransi kemarin dan hari ini terjadi risiko maka Anda bisa klaim. Ini keuntungan yang bisa didapatkan dari program asuransi.
  4. Perusahaan asuransi akan mempertimbangkan setiap risiko dari produk yang dijalankan dengan cara melakukan pendataan dan membuatnya dalam bentuk statistik risiko yang berisi:
    • Prediksi jumlah orang yang benar-benar akan mengajukan klaim dalam suatu periode. Perusahaan asuransi  harus jeli memperkirakan jumlah orang yang akan mengalami kerugian pada tahun pertama, tahun berikutnya, dan seterusnya.
    • Prediksi jumlah nasabah yang tidak klaim dalam suatu periode sehingga perusahaan asuransi dapat membayar klaim yang bernominal jauh lebih besar dibandingkan uang premi yang diterima dari pemegang polis.
    • Statistik informasi detail nasabah sehingga bisa dikelompokkan sesuai karakteristik risiko untuk menghitung tingkat premi berdasarkan kelompok risikonya. Istilahnya adalah klasifikasi risiko atau underwriting. Dengan mengenakan premi sesuai risiko, perusahaan asuransi dapat bertindak adil kepada semua pemegang polis

Baca Juga: Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional

Lebih Berani dalam Menghadapi Masa Depan

Memiliki asuransi akan menolong Anda untuk tidak lagi takut lagi menghadapi masa depan. Jika lebih siap dalam menghadapi masa depan, semua akan berjalan lebih aman dan nyaman untuk dijalankan. Memahami cara kerja perusahaan asuransi di atas membuat Anda makin mantap untuk ikut program asuransi.

Baca Juga: Asuransi JNE: Perlukah Kita Menggunakannya?

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar