Selasa, 19 Juni 2018 | 12:04 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Kapolri: Sejarah Uni Soviet pelajaran bagi Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
<p>Sejarah Uni Soviet perlu menjadi pelajaran bagi seluruh rakyat Indonesia agar selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan.</p><p>Dalam dialog dengan peserta Rakornas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Asrama Haji Medan, Rabu (17/5), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, banyak yang tidak menyangka jika Uni Soviet bakal mengalami perpecahan.</p><p>Sebagai negara adidaya kala itu, Uni Soviet memiliki hampir seluruh potensi dan sumber daya, termasuk sistem senjata yang sangat canggih.</p><p>Namun karena tidak mampu menyelesaikan polemik yang muncul, Uni Soviet akhirnya mengalami perpecahan sehingga menjadi negara-negara kecil seperti Uzbekishtan, Kazakhstan, dan negara lainnya.</p><p>Disebabkan mengalami kondisi perekonomian yang sulit, tidak sedikit warga dari negara pecahan Uni Soviet tersebut meninggalkan negara untuk mencari kehidupan lain.</p><p>"Banyak warganya yang pergi ke luar negeri untuk mencari kehidupan, termasuk ke Alexis," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu sambil tersenyum.</p><p>Karena itu, Kapolri mengajak seluruh lapisan, termasuk kalangan mahasiswa untuk belajar dari sejarah Uni Soviet yang terpecah menjadi beberapa negara bagian.</p><p>Menurut Kapolri, persatuan dan kedamaian yang dialami Indonesia saat ini merupakan potensi, sekaligus anugerah yang harus disukuri dan dipertahankan.</p><p>Persatuan dan kedamaian yang dimiliki Indonesia itu membuat iri dan kagum dari negara lain. Perasaan itu juga dialami Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani yang berkunjung ke Indonesia belum lama ini.</p><p>Meski telah merdeka sejak tahun 1917 dan 99 persen penduduknya muslim, tetapi hampir semua provinsi di Afganistan mengalami perang dan kerusuhan.</p><p>Kondisi itu menyebabkan hampir tidak ada wisatawan yang mau berkunjung ke Afganistan meski negara itu memiliki banyak potensi alam, terutama berlian.</p><p>"Bom bunuh terjadi hampir tiap minggu, seperti curanmor (pencurian kendaraan bermotor) saja," kata Kapolri dalam diskusi yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Gubernur Sumut Erry Nuradi itu.</p><p>Karena itu, Kapolri kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu bersukur dan mampu menjaga persatuan dan kesatuan yang telah terbina di Indonesia selama ini. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:48 WIB

KAI perpanjang potongan harga tiket Kuala Stabas Premium

Musibah | 19 Juni 2018 - 11:36 WIB

Dua wisatawan tenggelam di objek wisata Sukabumi

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:24 WIB

Kendaraan dari Gadog menuju Puncak terus meningkat

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:12 WIB

Damri tambah bus antisipasi lonjakan penumpang arus balik Lebaran

Asia Pasific | 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Kecelakaan | 19 Juni 2018 - 10:39 WIB

Bus penumpang terguling di Jalinsum

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com