Selasa, 19 Juni 2018 | 07:30 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Saat Presiden Jokowi ancam `gebug`organisasi anti-Pancasila

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno menyampaikan arahan saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5). Foto: Antara
Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno menyampaikan arahan saat pertemuan dengan pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5). Foto: Antara
<p>Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan bertindak tegas secara hukum kepada kelompok-kelompok dan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.</p><p>Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/5).</p><p>Presiden menyatakan telah meminta Kapolri untuk bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan paham yang bertentangan dengan hukum, dasar negara, termasuk gerakan PKI.</p><p>"Saya katakan kepada Kapolri jangan terpengaruh pakai hitung-hitungan yang lain. Kalau ada bukti silahkan ditindak. Kalau gebug, ya gebug saja! Jangan sampai ragu-ragu. Organisasi yang sudah jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 dan hukum harus ditindak," kata Presiden.&nbsp;</p><p>Dikutip <i>Antara</i>, pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengingatkan bahwa dia dipilih oleh rakyat, dan dilantik sebagai presiden harus berpegangan dan menjaga konstitusi.</p><p>Presiden tidak secara khusus mengatakan organisasi mana yang ia maksud, tetapi mengatakan hal ini termasuk PKI. "Kalau PKI muncul gebug saja," tandas Presiden Jokowi. </p><p>Ia juga mengatakan, dirinya menghargai hak mengeluarkan pendapat dan berdemokrasi, tapi Indonesia juga negara yang berdasar hukum yang harus ditaati dan ditegakkan.</p><p>Saat ditanya oleh mengapa ia menggunakan istilah 'gebug' dan bukan yang lain seperti 'jewer', Presiden mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan ketegasan.</p><p>"Istilah yang paling cocok itu 'gebug', kalau saya pakai istilah 'jewer' nanti dianggap tidak tegas," ujar Presiden.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com