Selasa, 19 Juni 2018 | 23:32 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Pedagang musiman arus mudik protes pedagang buah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
<p>Pedagang musiman yang biasanya berjualan saat arus mudik di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, protes terhadap pedagang buah yang dianggap menyerobot lahan mereka.</p><p> Informasi yang dihimpun Kamis (18/5) menyebutkan, setelah tempat berjualannya terkena pelebaran jalan nasional, puluhan pedagang buah yang biasanya berjualan di dekat Pasar Gilimanuk terpaksa pindah lokasi.</p><p> "Sebenarnya pedagang buah ini sudah diarahkan untuk pindah berjualan di terminal lama, tapi kok pindah ke pinggir jalan nasional yang biasanya tempat warga saya berjualan saat arus mudik," kata Kepala Dusun Penginuman, Kelurahan Gilimanuk Muhammad Ikrom, yang warganya banyak menjadi pedagang musiman saat arus mudik.</p><p> Ia mengatakan, dirinya banyak menerima protes dari warganya terkait keberadaan pedagang buah tersebut, karena khawatir saat mereka hendak berjualan pedagang pindahan itu tidak mau membongkar lapaknya.</p><p> Menindaklanjuti protes warganya itu, ia mengaku, sudah menyampaikan ke pihak kelurahan untuk dicarikan jalan keluar agar tidak terjadi bentrokan antar pedagang.</p><p> Menurutnya, setiap arus mudik lebaran, sekitar 30 warganya berjualan di pinggir jalan dengan penghasilan yang lumayan, sehingga wajar mereka protes saat ada pedagang lain yang menggunakan tempatnya.</p><p> Terkait permasalahan ini, Lurah Gilimanuk I Gede Ngurah Widiada mengatakan, pihaknya sudah memanggil kedua belah pihak agar bisa berjualan berdampingan saat arus mudik.</p><p> "Para pedagang buah mengaku, mereka terpaksa pindah karena tidak ada pembeli saat berjualan di terminal lama. Kami akan mediasi, agar sama-sama bisa berjualan," katanya.</p><p> Selain itu, menurutnya, kelurahan akan bersurat ke pemerintah kabupaten menanyakan apakah pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk ditoleransi dengan diberi izin, karena sebenarnya hal itu dilarang. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com