Selasa, 19 Juni 2018 | 23:22 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Kemenkop dan UKM ajak generasi muda kembangkan bisnis berbasis digital

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.
<p>Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan dalam berbisnis. Inovasi bisnis itu harus didukung dengan kemampuan informasi teknologi (IT) sehingga bisa memasarkan produk mereka secara digital.</p><p><br></p><p>"Mengapa harus digital? Karena sekarang era digital yang harus diikuti semua kalangan," kata Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram, pada Gerakan Nasional untuk Mendigitalisasi 58 Juta Bisnis Lokal di Indonesia, di Bandung, Kamis (18/5).</p><p><br></p><p>Siapa pun yang tidak mengikuti arus digital ini, lanjut Agus Muharram, dengan sendirinya akan tertinggal. "Karena semua lini kehidupan sudah bergerak dengan basis digital," kata Agus dalam rilisnya yang diterima <i>Redaksi Elshinta.com.</i></p><p><br></p><p>Menurut Agus, jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pasar potensial untuk pemasaran produk UMKM. Pasar ini, tambahnya, akan bisa berkembang lebih besar lagi jika ada sentuhan kreatifitas dan jiwa wirausaha.</p><p><br></p><p>Pada akhir tahun 2016, Badan Pusat Statistik telah mempublikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02%. Sehingga bila UMKM dapat berdigital dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.</p><p><br></p><p>"Kalau kita lihat potensi ekonomi digital itu, kami mendukung pemanfaatan teknlogi digital untuk mendukung bisnis pelaku koperasi dan UMKM," kata Agus.</p><p><br></p><p>Ia menambahkan, Kemenkop dan UKM memiliki beberapa program menuju digital economy, antara lain pendaftaran badan hukum secara online. Pelatihan SDM KUKM dan mahasiswa (vocational training) sebagai techno preuner.</p><p><br></p><p>"Kami juga memiliki program financial technology untuk para start-up business dan pendaftaran UMKM sebagai merchant di market place SMESCO, serta kerjasama dengan berbagai market place lainnya," kata Agus Muharram.</p><p><br></p><p>Di era digital ini, lanjutnya, siapa pun bisa berbisnis atau berjualan. Karena berbisnis di era sekarang tidak memerlukan toko atau armada angkutan lagi, karena ada e-commerce.</p><p><br></p><p>Kemenkop dan UKM sendiri, tambah Agus Muharram, memiliki kampung digital untuk menampung produk-produk UMKM.</p><p><br></p><p>"Kami memiliki Pusat Layanan Unit Terpadu (PLUT) yang tersebar di beberapa kota dan sistem pemasarannya menggunakan teknologi informasi. Kami juga memiliki Galeri Indonesia Wow, yang bisa digunakan untuk pameran poduk Indoensia dan kreasi generadi muda, semuanya berbasis e-commerce," kata Agus Muharram.</p><p><br></p><p>Agus menegaskan, pihaknya mendorong tumbuhnya pelaku KUKM digital di tanah air sehingga target Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai digital energy of Asia pada tahun 2020, dapat tercapai. "Dimana jumlah pelaku UMKM yang sudah go online sebanyak delapan juta unit," katanya.</p><p><br></p><p>Country Director CSR IBM Indonesia, Santi Diansari, menambahkan, kemampuan berbisnis harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata. "Jika dulu mesin ketik hanya menjadi sebuah mesin ketik untuk menulis saja, saat ini mesin ketik bisa menjadi sebuah bisnis yang besar di tangan IBM. Karena mesin ketik itu dikelola menjadi bisnis yang besar menjadi komputer," katanya.</p><p><br></p><p>Bisnis yang dikelola IBM, tambahnya, juga semakin membesar bersama dengan booming digitalisasi.</p><p><br></p><p>Santi Diansari sependapat dengan Agus Muharram, bahwa pengembangan sistem digitalisasi bukan hanya tugas Kemenkop dan UKM, namun ini menjadi tugas bersama semua pihak, termasuk anak muda yang saat ini berada di era digital.</p><p><br></p><p>Managing Director B-Digital Asia Indonesia, Ramadhonanto, menegaskan, digitalisasi bukan semata peralatan, tapi digitalisasi adalah sebuah perubahan pola pemikiran.</p><p><br></p><p>"Kita sudah terbiasa dengan sesuatu yang serba instan dan cepat. Cara berbisnis kita pun seharusnya juga berbeda. Bahkan kita juga harus digital mainset untuk menyelesaikan masalah," katanya. </p><p><br></p><p>Pada konferensi pers setelah acara Agus Muharram manambahkan bahwa perlu dilakukan kerjasama dengan para stakeholder untuk dapat menyamakan visi dan misi pengembangan gerakan digital. "Untuk itu perlu dilakukan Konvensi Gerakan Nasional Berdigital (GNB)," Agus berharap hal ini dapat segera direalisasikan agar perkembangan digital di Indonesia dapat semakin maju.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com