Selasa, 26 September 2017

IPW minta kasus tewasnya taruna Akpol diusut tuntas

Jumat, 19 Mei 2017 20:16

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, tewasnya taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bernama Mohammad Adam (21) pada Kamis (18/5) akan berdampak pada sistem pendidikan di Polri yang anti akan kekerasan seperti yang digaungkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yakni melahirkan polisi yang profesional, modern dan terpercaya.

Kuat dugaan korban tewas akibat dikeroyok oleh senior-seniornya. "Jadi ini harus diungkap secepatnya. Semua yang terlibat dalam kasus kematian Adam harus diusut tuntas secara transparan dan segera dipecat dari Akpol, meskipun yang bersangkutan anak seorang jenderal maupun petinggi kepolisian," ujarnya dalam rilis tertulis, Jumat (19/5).

Ia menambahkan, "Hukum harus ditegakkan dan pola pembinaan di Akpol perlu dikontrol dengan ketat dan anak-anak jenderal jangan diberi keistimewaan. Bahkan yang bermasalah harus segera dipecat,".

Menurutnya dengan tindakan tegas itu, tujuannya agar pendidikan di Akpol benar benar tanpa kekerasan, tanpa pelecehan dan benar benar menghargai hak asasi manusia. Sehingga Akpol bisa melahirkan kader kader polisi sipil, modern, profesional dan anti kekerasan.

Seperti diberitakan, penyidik Polda Jateng telah memeriksa 21 orang rekan taruna Adam di Akpol.(Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar