Minggu, 28 Mei 2017

Anggota Komisi II DPR minta tradisi kekerasan di Akpol diputus

Jumat, 19 Mei 2017 17:37

Foto: Dody Handoko. Foto: Dody Handoko.
Ayo berbagi!

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik mengatakan akar masalah penyiksaan terhadap taruna Akademi Kepolisian (Akpol) merupakan tradisi kekerasan yang diturunkan dari tahun ke tahun. Dengan kata lain sudah seperti lingkaran setan. Ia berharap tradisi turun temurun itu harus diputus atau dihentikan oleh pengasuh dan sistem di Akpol.

“Taruna Akpol saat proses seleksi merupakan orang-orang pilihan yang dinilai menonjol dari segi intelektual, psikis dan fisik. Mereka dibentuk di Akpol dengan tujuan menjadi calon pimpinan Polri yang cerdas, tanggap dalam melayani masyarakat dan mampu memberantas penjahat. Tradisi kekerasan yang terjadi antar taruna membuat tujuan ini tidak tercapai. Saya malah curiga tradisi kekerasan akan menyebabkan rusaknya fisik dan psikis ini akan dibawa hingga kelak keluar dari kampus,” katanya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, JUmat (18/5).

Dia menyesalkan terjadinya peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan senioa Akademi Polisi (Akpol) yang menyebabkan meninggalnya taruna Akpol Brigadir Dua Taruna Muhammad Adam, Kamis (18/5) .

“Saya ucapkan duka yang mendalam untuk keluarga korban, semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan. Namun dibalik itu semua saya menyesalkan terjadinya peristiwa ini tersebut. Oleh karena itu saya mendukung langkah Kapolri untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas agar bisa diketahui siapa saja yang terlibat di dalamnya,” paparnya.(Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar