Minggu, 23 Juli 2017

Kenalkan potensi wisata daerah, ASPPI keliling Indonesia

Jumat, 19 Mei 2017 19:34

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Sebanyak 110 orang yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mengelar kegiatan 'travel mart' di kabupaten Kudus Jawa Tengah. Kedatangan rombongan tersebut untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada, guna dipromosikan ke masyarakat.

Ketua ASPPI Jateng Robertus Wahyu menyatakan kegiatannya mengunjungi daerah-daerah dalam rangka memperkenalkan pariwisata yang ada ke masyarakat. Sebab banyak tempat wisata didaerah yang belum dikenal oleh masyarakat seperti yang ada di Kabupaten Kudus ini.

"Masyarakat mengenal kabupaten Kudus hanya ada wisata ziarah. Makam Sunan Kudus, Masjid Menara dan Makam Sunan Muria. Ternyata ada warisan budaya yang menarik yakni tradisi pengantin didesa Loram yang harus mengitari gapura Masjid Wali," ujarnya kepada Reporter Elshinta Sutini, Jumat (19/5).

Dikatakan Robert, tradisi lokal yang tidak ada didaerah lain dapat dikembangkan menjadi wisata budaya. Karena memang dikabupaten Kudus lebih menonjol dalam hal wisata budaya dan wisata sejarah.

"Untuk wisata sejarah kami ingin memperkenalkan museum kretek yang hanya ada satu-satunya di Indonesia, jadi masyarakat mengetahui sejarah rokok kretek," tuturnya.

Robert menambahkan rombongan ASPPI yang datang dari berbagai kota di Indonesia sudah mengunjungi berbagai kota, dimana setelah melakukan kunjungan didaerah-daerah, mereka akan memasukan promo wisata kedalam paket wisata yang mereka kelola. Seperti yang sudah dikunjungi sebelumnya yakni wisata yang ada dikabupaten Wonosobo.

"Kami ikut mempromosikan festival dieng dengan mengunggah ke medsos yang ada di grup ASPPI sehingga banyak wisatawan yang tertarik dengan promo paket wisata dieng," tambah robert.

Robert mengharapkan dengan upaya yang dilakukan wisata sejarah dan budaya yang ada di Kudus dapat dikenal masyarakat sehingga lebih banyak yang berkunjung ke Kudus.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Kretek Kudus, Suyanto mengaku senang dengan kedatangan dari ASPPI, agar museum kretek lebih dikenal luas. Sebab selama ini yang berkunjung hanya anak-anak sekolah ataupun turis asing.

"Rata-rata masyarakat itu enggan berwisata ke museum sehingga kami harus gelar even tertentu untuk menarik minat mereka," keluhnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar