Jumat, 22 Juni 2018 | 01:13 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Prajurit korban latihan PPRC diterbangkan ke Jakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
www.wartakepri.co.id
www.wartakepri.co.id
<p>Empat prajurit TNI AD korban kecelakaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada Kodam XII/Tanjungpura, diterbangkan ke Jakarta.</p><p><br></p><p>"Keempat prajurit TNI AD itu, tadi pagi sudah diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat sipil, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel (Inf) Tri Rana Subekti di Pontianak, Jumat (19/5).</p><p><br></p><p>Ia menjelaskan, keempat prajurit itu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, dengan pertimbangan di sana peralatannya lebih lengkap.</p><p><br></p><p>"Dari informasi terakhir, kondisi keempat prajurit itu, sudah membaik, namun, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi, sehingga dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto," ungkapnya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya keempat prajurit Batalyon Arhannud I Kostrad tersebut tiba di rumah sakit Rumah Sakit Kartika Husada, Kodam XII/TPR di Pontianak sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu malam (18/5).</p><p><br></p><p>"Alasan dievakuasi di sini (Kubu Raya) karena memang lokasinya berdekatan dengan tempat latihan," katanya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Teujeh membenarkan empat prajurit TNI AD meninggal dunia dan delapan prajurit mengalami luka-luka akibat kecelakaan saat latihan PPRC TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5).</p><p><br></p><p>Ia mengatakan, insiden tersebut terjadi dalam latihan pendahuluan PPRC TNI yang dilaksanakan pada Rabu, sekitar pukul 11.21 WIB. Ketika itu, salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan.</p><p><br></p><p>"Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan delapan prajurit lainnya dari satuan Yon Arhanud I Kostrad mengalami luka-luka karena terkena tembakan. Saat ini para korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat," katanya.</p><p><br></p><p>Berdasarkan informasi yang diperoleh empat orang yang meninggal itu, yakni Danrai Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Marwan, dan Praka Edy. Sementara prajurit luka-luka, yakni Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Sertu B Stuaji, Serda Afril, Sertu Blego Switage, Pratu Ridai Dan Pratu Didi Hardianto. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com