Jumat, 22 Juni 2018 | 01:17 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Polisi Australia Berikan Peringatan Soal Aksi Solidaritas Ahok di Sydney

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Sekitar 2000 orang hadir di Botanical Gardens Sydney
(Courtesy: AustraliaPlus) Sekitar 2000 orang hadir di Botanical Gardens Sydney
<p>Pihak Kepolisian di New South Wales memberikan peringatan usai aksi yang diikuti sekitar dua ribu warga Indonesia di Botanical Garden Sydney, hari Minggu (14/05/2017). Peringatan dikeluarkan berkaitan soal izin penyelenggaraan acara terorganisir.</p><p>Aksi tersebut sebagai <a class="external" href="http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/dukungan-terhadap-ahok-di-australia/8527274" target="_blank" title="">bentuk solidaritas kepada Gubernur Jakarta (Non Aktif), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok</a> yang dijatuhi hukuman penjara dua tahun karena dianggap sudah menistakan kitab suci umat Islam.</p><p>Peringatan dari kepolisian Australia diakui oleh Dr Yayan GH Mulyana, selaku Konsul Jenderal RI untuk negara bagian New South Wales, Queensland, dan Australia Selatan.</p><p>"Pihak kepolisian menghubungi kami kemarin sore (Rabu, 17/05/2017) yang meminta saya untuk memperingatkan dan memastikan bahwa warga Indonesia di Australia selalu mengikuti aturan dan tidak melanggar hukum soal penyelenggaraan acara yang terorganisir," jelas Yayan kepada Erwin Renaldi dari ABC.</p><p>"Siapapun di Australia dapat menyampaikan pendapat, ini bagian dari <em>freedom of speech</em>," tambahnya. "[Tapi] suatu aksi apapun yang sifatnya kolektif harus minta izin kepada pihak berwenang, dalam hal ini polisi."</p><p>Yayan menjelaskan izin biasanya akan diberikan sepanjang tidak menganggu ketertiban umum.</p><p>Sementara itu, Didi Setyawan, koordinator Aksi Solidaritas Untuk Ahok di Sydney sudah mengetahui jika kepolisian Australia menganggap pihak penyelenggara melanggar hukum.</p><p>"Walaupun kita semua tahu acara kemarin adalah acara spontanitas, [ada] dua ribu orang. Jauh meleset dari perkiraan kami dua ratusan orang," kata Didi kepada Sastra Wijaya dari ABC.</p><p>"Tetapi tetap saya mengambil penuh setiap tanggung jawab yg timbul dari aksi tersebut. Saya menghimbau untuk kita sama-sama membantu beliau untuk menciptakan menciptakan suasana yang penuh dengan kedamaian."</p><h2>Pesan kebersamaan dari Sydney</h2><div class="comp-embedded-float-right"> <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-small.jpg?v=2 220w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-medium.jpg?v=2 460w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8538518-3x4-large.jpg?v=2 700w " title="Pesan kebersamaan dari KJRI Sydney " alt="Pesan kebersamaan dari KJRI Sydney " class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">KJRI Sydney mengeluarkan &#39;Pesan Kebersamaan&#39; yang diunggah di Facebook</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Facebook, Consulate General of the Indonesia in Sydney</p> </div> </figcaption> </figure> </div></div><p>Kamis siang (18/05/2017), KJRI Sydney menyampaikan lima <a class="external" href="https://www.facebook.com/IndonesianConGeninSydney/photos/a.507691092602585.107257.498871073484587/1387960634575622/?type=3&amp;theater" target="_blank" title="">pesan kebersaamaan</a> yang ditujukan tidak hanya warga negara Indonesia di Sydney, Australia, tapi dimana pun berada, seperti yang diutarakan Yayan. Pesan kebersamaan ini diunggah KJRI Sydney di halaman Facebooknya.</p><p>Yayan menjelaskan apa yang sudah disampaikan dari pihak kepolisian Australia juga tertuang dalam pesan kebersamaan ini.</p><p>"Di poin kelima kami menyampaikan agar kita menghormati aturan, ketentuan, dan hukum dimana kita berada [Australia] dan mari menjadi warga yang taat pada hukum di bumi Australia ini," tegasnya. </p><p>KJRI Sydney mengeluarkan pesan kebersamaan agar warga Indonesia tetap ingat bahwa semua adalah bersaudara.</p><p>"Tujuannya karena kami ingin agar warga Indonesia selalu bersama, apalagi mereka yang berada di negara orang lain, siapa lagi yang akan menjadi saudara kita, kalau bukan sesama orang Indonesia?" ujar Yayan. </p><p>Yayan berharap warga Indonesia dapat menjadi contoh dan komunitas teladan dalam hal keberagaman budaya.</p><p>"Yang tak kalah penting adalah poin ketiga, mari kita menjaga diri dari niatan, ucapan, dan perbuatan yang tidak pantas dan menyakiti bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan, baik secara langsung atau melalui media sosial," kata Yayan. </p><p>ABC telah mengamati adanya perselisihan diantara komunitas warga Indonesia di Sydney melalui salah satu grup yang ada di Facebook. </p><p>Perselisihan terjadi setelah salah satu warga Indonesia dianggap mengeluarkan pernyataan yang kasar pada pendukung Ahok.</p><p>Menanggapi ramainya 'perang adu komentar' soal masalah tersebut, Didi sebagai salah satu moderator grup tersebut mengajak agar warga menjaga toleransi.</p><p>"Mari kita sama-sama berusaha untuk berkata-kata dengan baik penuh toleransi. Mari kita semua belajar, termasuk saya, untuk menjadi lebih baik lagi sebagai seorang manusia yang saling menghargai dan sebagai warga negara Indonesia di Australia," ujarnya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 21 Juni 2018 - 21:38 WIB

TNI kerahkan penyelam Marinir cari korban KM Sinar Bangun

Event | 21 Juni 2018 - 21:21 WIB

Messi lebih baik daripada Maradona

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 21:12 WIB

Menpora: Prediksi medali Asian Games sudah 80 persen

Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 20:57 WIB

Prabowo Subianto semangati kader di Pilkada Sumatera Selatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com