Minggu, 28 Mei 2017

Trump sebut penyelidikan terkait intervensi Rusia pecah-belah negara

Sabtu, 20 Mei 2017 07:28

Foto: Antara Foto: Antara
Ayo berbagi!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Kamis (18/05), menyatakan penyelidikan terhadap kemungkinan bahwa kampanyenya berkolusi dengan Rusia untuk memenangkan pemilu tahun lalu telah memecah belah negara itu.

“Saya menghargai langkah itu, tetapi hal itu secara keseluruhan merupakan penyelidikan yang tidak penting,” ungkap pemimpin Amerika Serikat (AS) itu ketika ditanya tentang pencalonan penasihat khusus untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia, menurut AFP.

“Saya pikir itu memecah-belah negara,” katanya dalam sebuah konferensi pers gabungan dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos. “Tidak ada kolusi antara saya sendiri dan kampanye saya, tetapi saya bisa selalu berbicara untuk diri saya sendiri, dan Rusia - nol.”

Badan intelijen AS menduga bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatur kampanye besar untuk memenangkan pencalonan Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat, pada November lalu.

Penunjukan mantan Kepala FBI, Robert Mueller, Rabu, oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, untuk memimpin penyelidikan federal terhadap masalah itu dilakukan saat presiden dituduh berusaha menghentikan penyelidikan.

Kekhawatiran itu dipicu pemecatan pendahulu Mueller sebagai direktur FBI, James Comey, dan dugaan bahwa Trump sebelumnya menekan Comey atas penyelidikan tersebut.

Ketika ditanya langsung apakah dia telah meminta Comey - seperti yang dilaporkan - untuk membatalkan penyelidikan terhadap hubungan Rusia dari penasihat keamanan nasionalnya yang dipecat, Michael Flynn, Trump berang: "Tidak. Pertanyaan selanjutnya."(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar