Rabu, 19 September 2018 | 07:13 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Peras Manager Kafe Rp 500 Juta, Pria Ini Dihukum 2 Tahun 9 Bulan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Omar Succarieh baru bisa mengajukan pembebasan bersyarat pada bulan Mei 2018.
(Courtesy: AustraliaPlus) Omar Succarieh baru bisa mengajukan pembebasan bersyarat pada bulan Mei 2018.
<p>Seorang pria Queensland yang telah menjalani hukuman atas keterlibatannya dalam aksi penyerangan di luar negeri kembali menerima hukuman penjara, kali ini selama dua tahun sembilan bulan, atas tindak pemerasan terhadap seorang manajer kafe di Brisbane.</p><p>Omar Succarieh, 34 tahun, dinyatakan bersalah melakukan pemerasan setelah meminta seorang manajer kafe menyerahkan lebih dari $ 50.000 (atau setara Rp 500 juta) untuk menanggung hutang yang disengketakan dengan mantan mitra bisnisnya.</p><p>Pengadilan Distrik mengungkap bahwa Succarieh mengancam akan mematahkan kaki korban dan menemui keluarganya jika ia tak membayar. Lalu korban menyerahkan uang 10.000 dolar (atau setara Rp 100 juta) kepada mantan rekan bisnisnya itu sebelum akhirnya melapor ke polisi.</p><p>Succarieh sebelumnya telah menjalani hukuman penjara selama 4,5 tahun akibat keterlibatannya dalam upaya serangan di luar negeri.</p><p>Ia mengaku bersalah atas pelanggaran tersebut karena telah memberi dukungan kepada anggota kelompok ISIS asal Australia yang pergi ke Suriah pada tahun 2014.</p><p>Dalam menjatuhkan vonis kepada Succarieh atas tindak pemerasan yang dilakukannya, Hakim Brian Devereaux mengatakan bahwa tak ada alasan yang masuk akal bagi Succarieh untuk melakukan pemerasan itu dan ia sendiri merupakan "pria dewasa dengan karakter yang mengintimidasi".</p><p>Hakim Devereaux mengatakan, ia menerima bahwa Succarieh telah menjadi "tahanan panutan" dan memiliki prospek rehabilitasi yang baik.</p><p>"Saya menerima saya harus melanjutkan atas dasar bahwa Anda berasal dari latar belakang keluarga yang akrab, dan telah menunjukkan bahwa anda adalah suami, ayah, pekerja, anggota komunitas yang baik dan murah hati terhadap orang lain, terlepas dari pelanggaran yang pernah membuat anda ditahan dan dihukum,” papar Hakim Devereaux.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Dalam hal ini, Anda memiliki latar belakang yang memungkinkan pengadilan untuk memprediksi bahwa Anda akan bisa direhabilitasi di masa depan,&quot; jelas Hakim Devereaux.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Hakim Devereaux mengatakan, ia juga menerima bahwa Succarieh telah menerima bimbingan agama dan mendapatkan pencerahan atas perilakunya.</p><p>"Anda menerima konseling mereka dan mengerti bahwa Anda mampu mengubah gaya hidup Anda. Sudah jelas bahwa Anda adalah orang yang cerdas dan sangat disiplin,” sebut sang hakim.</p><p>Pengadilan menunjukkan, Succarieh baru bisa mengajukan pembebasan bersyarat atas keterlibatannya dalam serangan luar negeri, pada bulan September.</p><p>Hakim Devereaux menghukum Succarieh dua tahun sembilan bulan penjara dan menetapkan tanggal pembebasan bersyarat baru yakni 10 Mei 2018.</p><h3><strong>Korban tertekan</strong></h3><p>Jaksa Michael Lehaine mengatakan bahwa Succarieh adalah "pria dewasa dan mengintimidasi" sehingga pemerasan tersebut memiliki "dampak signifikan" terhadap korban.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ia (korban) sangat sulit tidur, ia menjadi paranoid, sering gugup, selalu mewaspadai situasi disekitarnya,&quot; jelas Jaksa Lehaine.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>"Cobaan berat tersebut telah menyebabkan ia menderita trauma emosional yang parah, yang menurut saya, tak satupun dari hal itu mengejutkan, mengingat ancaman yang dilontarkan terdakwa," sambungnya.</p><p>Lehaine mengatakan Succarieh juga menunjukkan sikap kurang menyesal atas pelanggaran yang ia lakukan.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-05-22/omar-succarieh-sentenced-extortion-demanding-money/8547286" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p><p>Diterbitkan: 17:15 WIB 22/05/2017 oleh Nurina Savitri.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 07:12 WIB

Ketua PAN Pesisir Selatan dukung Jokowi dan siap terima konsekuensi. Ini alasannya

Aktual Olahraga | 19 September 2018 - 07:04 WIB

Empat negara usulkan panjat tebing dipertandingkan di SEA Games 2019

Musibah | 19 September 2018 - 06:56 WIB

Tiga rumah pengungsian di Lombok Timur terbakar

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 06:44 WIB

Sepuluh kepala daerah di Sumbar deklarasi dukung Jokowi

Liga Champions | 19 September 2018 - 06:33 WIB

Sempat tertinggal, Inter kalahkan Tottenham Hotspur 2-1

Liga Champions | 19 September 2018 - 06:25 WIB

Messi trigol, Barca hancurkan PSV

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com