Jumat, 22 Juni 2018 | 10:32 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Toko Kerajinan Indonesia di New Orleans, Amerika

1001 Alasan Bangga Indonesia: #0099

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Wawa    |    Editor : Administrator
VOA Indonesia
VOA Indonesia
<p>Java House Import yang berlokasi di Dumaine Street, French Quarter, menjual berbagai produk kerajinan tangan dari Indonesia, terutama dari Jawa dan Bali.</p><p>Pemilik toko ini adalah Lily Santoso Monk, perempuan asal Indonesia yang sudah puluhan tahun tinggal di New Orleans.</p><p>Ketika hijrah ke Amerika, Lily tidak berniat membuka toko kerajinan tangan Indonesia. Ia sempat bekerja di perusahaan periklanan sebelum akhirnya memutuskan membuka toko ini.</p><p>Semua barang di toko ini didatangkan dari Indonesia dan salah satu yang paling laris adalah lonceng pintu dari bambu. Untuk memenuhi selera pasar, Lily juga memesan beberapa barang yang ia rancang sendiri ke perajin di Indonesia.</p><p>Menjual produk kerajinan Indonesia di kawasan yang menjadi tujuan turis dari berbagai belahan dunia ini memiliki tantangan tersendiri. Nyaris setiap turis yang masuk toko bertanya dari mana barang-barang ini berasal, dan ketika dijelaskan dari Indonesia, banyak yang tidak tahu Indonesia. Lily sering kali harus menjalankan diplomasi budaya Indonesia lewat tokonya ini.</p><p>Sebelum memiliki toko ini, Lily berjualan kerajinan Indonesia di French Market bersandingan dengan pedagang kerajinan dari berbagai negara.</p><p>French Market juga ternyata menjadi cikal bakal dari The House of Bali, toko kerajinan Indonesia yang berlokasi di Magazine Street, New Orleans.</p><p>Edwin Jocom, pemilik House of Bali sudah lama malang melintang dalam urusan impor barang-barang Indonesia ke Amerika. Awalnya ia dan keluarga bisnis impor mebel dari Indonesia namun usaha ini berhenti ketika Amerika diterjang krisis tahun 2008.</p><p>Ia kemudian banting setir ke jualan produk kerajinan tangan di French Maret dan karena prospeknya bagus, ia memberanikan diri membuka toko ini di akhir tahun lalu.</p><p>Edwin dan Lily sebenarnya tidak hanya menjual produk kerajinan Indonesia di New Orleans, tapi juga ikut memperkaya keragaman budaya kota terbesar di negara bagian Louisiana ini.&nbsp;[dw]</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 22 Juni 2018 - 09:42 WIB

`Sniper` amankan sidang vonis Aman Abdurrahman 

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:30 WIB

Koper calon haji akan diberi tanda warna berbeda

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:19 WIB

Arus balik diprediksi kembali meningkat akhir pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:07 WIB

Heboh rupiah berstempel, ini yang akan dilakukan BI

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 08:25 WIB

Waspada hujan lebat guyur Jakarta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com