Sabtu, 23 Juni 2018 | 00:15 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Pancasila masih dipercaya sebagai ideologi terbaik bangsa Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Pancasila&nbsp;masih&nbsp;dipercaya menjadi ideologi yang terbaik bagi bangsa Indonesia&nbsp;dan merupakan faktor penyatu dan perekat bangsa Indonesia.&nbsp;</p><p><br></p><p>Selain Pancasila, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam, faktor perekat lain adalah kebinekaan, agama, nasionalisme, dan UUD 1945.</p><p><br></p><p>“Fakta itu (Pancasila masih dipercaya sebagai ideologi terbaik) merujuk sebuah survei dengan persentasenya hingga 95,3 persen,” kata dia saat memberikan arahan dalam Workshop bertajuk “Pengawasan Melalui Peneguhan Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara” yang digelar Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag di Jakarta, Senin (29/5). &nbsp;&nbsp;</p><p><br></p><p>Namun, Syam yang juga Plt Itjen Kemenag tersebut mengakui bahwa di tengah-tengah era keterbukaan informasi dan serangan ideologi ekstrem kanan dan ekstrem kiri ini perlu upaya serius untuk menguatkan kembali pemahaman dan pengamalan Pancasila. Merujuk sebuah survei, kebutuhan penguatan tersebut disetujui hampir 97,7 responden. &nbsp;&nbsp;</p><p><br></p><p>Syam menyebutkan virus anti-Pancasila sudah menyebar keseluruh elemen masyarakat. Bukan hanya orang awam namun juga kaum intelektual terpelajar.</p><p><br></p><p>Menurut dia, diperlukan respons dan komitmen serius keluarga besar Kemenag mengantisipasi virus tersebut di berbagai lini.&nbsp;Pimpinan satuan&nbsp;kerja misalnya,&nbsp;harus proaktif dalam menilai ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.</p><p><br></p><p>Sedangkan kata dia, di perguran tinggi Islam, diperlukan monitoring para rektor terhadap tulisan-tulisan para dosen apakah tulisan-tulisan mereka sudah sesuai dengan Pancasila.&nbsp;</p><p><br></p><p>Pun dengan perekrutran pegawai negeri sipil (PNS), hendaknya tidak&nbsp;hanya tergantung pada CAT tetapi&nbsp;juga melihat&nbsp;rekam jejak para CPNS yang harus sesuai dengan Pancasila.</p><p><br></p><p>Sebab itu, Syam menilai penting kegiatan ini karena Kemenag&nbsp;adalah salah satu penyangga penting dalam rangka membangun kehidupan keberagamaan, bernegara, dan berkebangsaan.</p><p><br></p><p>“Sebagai warga negara Republik Indonesia maka wajib mempertahankan UUD 45, meneguhkan NKRI dan keberagamaan, ini yang saya pikir penting dalam tema kita pada workshop kali ini,”&nbsp;tutur dia.</p><p><br></p><p>Sekretaris Itjen Kemenag,&nbsp;Hilmi Muhammadiyah, mengatakan urgensi acara ini&nbsp; adalah&nbsp;menjaga&nbsp;aparat sipil negara (ASN)&nbsp;Kemenag dari degradasi nilai-nilai Pancasila.</p><p><br></p><p>Selain&nbsp;Workshop,&nbsp;kata dia,&nbsp;program-program&nbsp;pengawasan lainnya seperti, &nbsp;audit kinerja, audit tujuan tertentu/Investigasi, termasuk di antaranya pemberdayaan program pengawasan atasan langsung pun akan dipergunakan sebagai media penguatan nilai-nilai Pancasila bagi ASN Kemenag.</p><p><br></p><p>Nilai-nilai Pancasila hakikatnya, kata dia,&nbsp;sudah termaktub dalam PP 53, kode etik pegawai, juga dalam Panca Prasetya Korpri. "Pancasila itu sudah final, tidak bisa ditawar-tawar lagi.”</p><p><br></p><p>Dia mengatakan, bila nantinya terbukti ada laporan ASN Kemenag yang terindikasi berpaham anti-Pancasila,&nbsp;tindak pembinaan yang harus diutamakan terlebih dahulu.</p><p><br></p><p>Jika pembinaan tidak dapat mengubah, ungkap dia,&nbsp;Itjen akanmelakukan tindak tegas&nbsp;bila terbukti yang bersangkutan menganut paham anti-Pancasila, tentunya melalui proses penyelidikan dan investigasi.</p><p><br></p><p>Kegiatan ini diikuti oleh pejabat eselon I dan II Kemenag Pusat, Kanwil se-Indonesia, Kemenag Kab/ Kota se-Pulau Jawa, Lampung, dan Bali, perwakilan Kemenag Kab/ Kota di luar Jawa, Lampung, dan Bali, rektor dan ketua perguruan tinggi agama negeri se-Indonesia, seluruh auditor Kemenag, dan pejabat Itjen Kemenag. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 21:39 WIB

Bamsoet ajak elite politik fokus pada pilkada

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 21:27 WIB

Menkominfo ingatkan jajaran bekerja lebih efisien

Bencana Alam | 22 Juni 2018 - 21:12 WIB

Banjir bandang melanda dua kecamatan di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:58 WIB

Menhub minta pemuda Toba dididik ilmu pelayaran

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:45 WIB

Menlu Retno dijadwalkan hadiri pertemuan CEAPAD di Bangkok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com