Senin, 18 Juni 2018 | 20:16 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Duterte tidak mau lagi terima senjata bekas dari AS

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte
<p>Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Jumat, berjanji untuk membeli peralatan militer baru untuk memerangi pemberontak Maois dan Muslim serta tak akan lagi menerima persenjataan bekas dari Amerika Serikat.</p><p> Sejak dua pekan terakhir ini, sekitar 3.000 personel keamanan bertempur memerangi sekitar 400 milisi pendukung IS, yang telah mengambil kendali sebuah kota di wilayah selatan.</p><p> Dalam operasi tersebut, pasukan keamanan menggunakan pesawat, kendaraan lapis baja dan senapan penyerang AS hasil perbaikan.</p><p> "Saya tidak lagi akan menerima peralatan militer bekas," kata Duterte kepada para tentara di markas angkatan darat di pulau selatan, Mindanao.</p><p> "Saya tidak mau (peralatan militer) bekas yang diberi oleh Amerika itu. Selama masa (jabatan) saya, saya tidak mau kapal-kapal bekas. Harus yang baru." Duterte mengatakan ia akan berupaya mendapatkan sistem persenjataan yang baru dan modern "bahkan walaupun saya harus mengeluarkan dana berlipat ganda." Ia ingin membeli peralatan seperti pesawat, kapal, pesawat nirawak serta senjata dari China dan Rusia.</p><p> Kedua negara tersebut merupakan saingan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat.</p><p> Sejak tahun 2000, Washington telah memberikan bantuan militer bagi Manila senilai hampir 800 juta dolar AS (sekitar Rp10,6 triliun). Bantuan itu diberikan dalam bentuk pesawat nirawak, helikopter, senapan penyerang serta berbagai peralatan tempur, termasuk radio taktis, peralatan penembus pandang dan suku cadang.</p><p> Filipina mengalokasikan anggarannya sebesar lebih dari 100 miliar peso (sekitar Rp26,7 triliun) untuk memodernisasi peralatan militer di bawah rencana pembelanjaan lima tahun.</p><p> Negara itu tahun ini membelanjakan 25 miliar peso untuk pengambilalihan dari Korea Selatan dan Israel.</p><p> Manila telah memesan dua kapal perang multifungsi dari Indonesia dan 12 pesawat tempur ringan jenis FA-50 dari Korea Selatan.</p><p> "Nanti pada waktunya jabatan saya selesai, kita sudah akan punya sekitar 24 pesawat jet," kata Duterte. "Saya akan mencari 12 (pesawat) lagi."&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:11 WIB

Dua rumah rusak berat akibat longsor

Timnas Indonesia | 18 Juni 2018 - 19:53 WIB

Timnas U-23 akan hadapi Korsel di laga uji coba

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:48 WIB

Jalur alternatif Kamojang bisa menghindari kemacetan

Eropa | 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:15 WIB

Kementerian BUMN apresiasi AP layani lonjakan penumpang

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 18:56 WIB

95 persen satwa TM Ragunan ramaikan Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com