Senin, 18 Juni 2018 | 20:17 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

AS kirim pasukan khusus bantu Filipina perangi afiliasi ISIS

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Pasukan khusus Amerika Serikat telah bergabung dalam pertempuran untuk menghancurkan militan yang berafiliasi dengan ISIS di kota selatan Filipina, Marawi.</p><p>Para militan itu bersembunyi di Kota Marawi, kata beberapa pejabat pada Sabtu (10/6), ketika pasukan pemerintah berjuang untuk membuat kemajuan dan 13 marinir tewas dalam pertempuran perkotaan yang sengit.</p><p>Militer Filipina mengatakan Amerika Serikat memberikan bantuan teknis untuk mengakhiri pengepungan Kota Marawi oleh pejuang yang bersekutu dengan Negara Islam Irak dan Suriah, yang sekarang berada pada minggu ketiga.</p><p>"Mereka tidak berperang, mereka hanya memberikan dukungan teknis," juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Kota Marawi sebagaimana dilaporkan Reuters.</p><p>Kedutaan besar AS mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah menawarkan dukungan, atas permintaan pemerintah Filipina, namun tidak memberikan rincian apa pun.</p><p>Sebuah pesawat pengintai Orion P3 A.S. terlihat terbang di atas kota pada hari Jumat, kata media.</p><p>Kerja sama antara sekutu lama sangat penting karena Presiden Rodrigo Duterte, yang berkuasa setahun yang lalu, telah mengambil sikap bermusuhan terhadap Washington dan telah bersumpah untuk mengeluarkan pelatih militer AS dan penasihatnya dari negaranya.</p><p>Perebutan Kota Marawi pada 23 Mei telah mengkhawatirkan negara-negara Asia Tenggara yang khawatir bahwa ISIS menghadapi kemunduran di Suriah dan Irak—membangun sebuah benteng di pulau Mindanao Filipina yang dapat mengancam seluruh wilayah.</p><p>Sekitar 40 orang asing telah bertempur bersama militan Filipina di Kota Marawi, kebanyakan dari Indonesia dan Malaysia, meskipun beberapa berasal dari Timur Tengah.</p><p>Militer Filipina mengalami kerugian terbesar satu hari pada hari Jumat sejak 10 tentara tewas dalam insiden pada 1 Juni. Herrera mengatakan 13 marinir yang melakukan operasi pembersihan meninggal setelah baku tembak "rumah-ke-rumah" yang intens ketika mereka diserang dengan roket peluncur granat.</p><p>Pertempuran tersebut menyebabkan 58 pasukan keamanan terbunuh, dengan 20 warga sipil dan lebih dari seratus pejuang pemberontak juga tewas dalam pertempuran Marawi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:11 WIB

Dua rumah rusak berat akibat longsor

Timnas Indonesia | 18 Juni 2018 - 19:53 WIB

Timnas U-23 akan hadapi Korsel di laga uji coba

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:48 WIB

Jalur alternatif Kamojang bisa menghindari kemacetan

Eropa | 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 19:15 WIB

Kementerian BUMN apresiasi AP layani lonjakan penumpang

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 18:56 WIB

95 persen satwa TM Ragunan ramaikan Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com