Jumat, 20 Oktober 2017

Rektor Universitas Pancasila:

Pancasila dan agama pedoman kasih sayang bernegara

Kamis, 15 Juni 2017 16:55

Foto: Hendrik Raseukiy Foto: Hendrik Raseukiy
Ayo berbagi!

Persaudaraan dan kasih-sayang harus senantiasa dipupuk antar sesama, hal itu menjadi nilai yang terkandung dalam Pancasila yang menjadi azas negara Indonesia. Nilai mulia harus sudah diajarkan sejak dini di dalam keluarga, karena keluarga adalah unsur terkecil dari masyarakat. 

Demikian dikatakan Rektor Universitas Pancasila Prof Dr Wahono Sumaryono kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Kamis (15/6).

Menurutnya, agama dan Pancasila adalah pedoman dalam bermasyarakat dan bernegara. Permasalahan sosial dewasa ini semakin komplek, perkembangan teknologi informatika begitu pesat sehingga membutuhkan agama dan Pancasila sebagai filter.

"Keluarga adalah sendi masyarakat terkecil, sehingga menjadi tepat pertama mendidik generasi yang baik sesuai dengan nilai agama dan Pancasila. Keluarga adalah sendi utama pembentukan karakter bangsa Indonesia yang bermartabat dan beradab," ujar Wahono Semaryono.

Diakuinya, tantangan di abad sekarang besar, perkembangan teknologi sangat pesat, jalinan persaudaraan dan saling menghormati harus lebih ditingkatkan. Di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan kedarmawanan, umat Islam dianjurkan banyak bersedekah terutama untuk membantu fakir miskin dan anak yatim.

"Nabi Muhammad SAW beri keteladanan terbaik sebagai orang yang paling darmawan. Sebagai mengamalkan anjurannya, bersama dengan acara berbuka puasa, Universitas Pancasila menyantuni anak yatim," terang Wahono.

Dalam acara ifthar jamaah (buka puasa bersama) di Universitas Pancasila di Jalan Raya Lenteng Agung, Jaksel, ikut santuni sejumlah anak yatim piatu dari Yayasan Panti Asuhan Al Ahya dan Yayasan Panti Asuhan Nur Al Huda.

Tausiyah Ramadan yang disampaikan Dr (HC) Zen Muhammad al Hadi, MA, berpesan perlunya menjalin persaudaraan dan kasih sayang sesama warga negara, sesama mulin dan dengan penganut agama lain.

"Ajaran Islam adalah menyampaikan pesan kasih sayang keseluruh alam semesta, samapi ke planet-planet dan galaksi -galaksi, kepada semua makluk Tuhan. Saya rasakan, ada sesuatu yang hilang dari amalan muslim yaitu kasih sayang. Mari kembali kepada makna ajaran Islam itu sendiri yaitu kasih sayang," ujarnya.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar