Senin, 18 Juni 2018 | 14:20 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Ke Cilacap, Jokowi sapa masyarakat dengan `basa ngapak`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat yang hadir di Pendopo Wijaya Kusuma Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan menggunakan bahasa khas daerah itu atau yang lebih dikenal dengan sebutan "basa ngapak".</p><p>"Kepriwe kabare? Apik? Sae nggih?" sapa Presiden Jokowi.</p><p>Masyarakat pun riuh rendah mendengar sapaan Presiden itu, mereka menjawab serempak sambil tertawa gembira.</p><p>Sapaan Presiden itu disampaikan kepada 2.500 warga dari empat kabupaten di Jawa Tengah yakni Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, dan Purbalingga yang hadir untuk menerima program sertifikat tanah.</p><p>Sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa setiap Kamis di Jawa Tengah, komunikasi yang digunakan adalah bahasa Jawa.</p><p>Sementara di Cilacap, bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa "ngapak" yang memang merupakan bahasa daerah setempat.</p><p>Namun Presiden tidak melanjutkan lebih banyak menggunakan bahasa tersebut karena banyak hadirin yang tidak mengerti bahasa Jawa.</p><p>Presiden pun melanjutkan pidatonya dalam Bahasa Indonesia.</p><p>"Yang dibagikan adalah 2.550 sertifikat, semua diangkat mau saya hitung," kata Presiden.</p><p>Ia pun kemudian menghitung dalam bahasa Jawa dari satu sampai terlompati hingga 2.500 yang kemudian disambut dengan tawa warga yang hadir.</p><p>Presiden mengatakan bahwa di Jawa Tengah, sertifikat dari bidang-bidang tanah yang dipegang warga baru separuh, atau sekitar 49 persen. Dan khusus untuk Jawa Tengah akan dikeluarkan 500.000 sertifikat.</p><p>"Seluruh Indonesia 5 juta, tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta," kata Presiden.</p><p>Menurut Presiden, pemerintah hendak mengebut program sertifikasi tanah lantaran ingin mengurangi sengketa lahan di lapangan akibat tidak adanya sertifikat.</p><p>"Sertifikat adalah tanda bukti hak, kalau ada sertifikat, bukti hukum ada," kata Jokowi. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 18 Juni 2018 - 14:14 WIB

Pelajar asal Bondowoso tenggelam di Pantai Payangan

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 13:59 WIB

Mendagri: Pelantikan Iriawan tidak langgar Undang-Undang

Lingkungan | 18 Juni 2018 - 13:35 WIB

Sampah wisatawan kotori jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Musibah | 18 Juni 2018 - 13:23 WIB

Bocah perempuan tewas terseret arus di lokasi wisata

Event | 18 Juni 2018 - 13:12 WIB

Panama: Kami bukan favorit tapi apa pun bisa terjadi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com