Rabu, 13 Desember 2017

Puluhan ribu buruh rokok di Kudus terima THR

Kamis, 15 Juni 2017 18:36

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, perusahaan-perusahaan rokok di Kudus, Jawa Tengah mulai membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawan dan buruh.

Diantaranya PT Djarum yang secara serentak, Kamis (15/6) membagikan THR bagi 52.450 buruh harian dan borong yang tersebar di 29 unit perwakilan (brak) dengan total THR yang dikeluarkan mencapai Rp90 miliar, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Deputi Corporate Manager PT Djarum, Hardi Cahyana mengatakan, pembagian THR tahun ini diberikan lebih awal, bertujuan agar para buruh dapat menggunakan untuk berbelanja keperluan lebaran sebelum harga-harga melonjak, karena biasanya mendekati Hari Raya harga kebutuhan pokok melonjak. 

Dimana ada 52.450 buruh borong dan harian yang tersebar di Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus hari ini mendapatkan THR. Untuk besaran THR sesuai dengan UMK Kudus yang sebesar Rp1.740.900 atau satu kali gaji. 

"Kami cairkan THR tahun ini sebesar Rp90 miliar," ujarnya.

Proses pemberian THR menurutnya telah diatur sedemikian rupa, sehingga para buruh tetap dapat bekerja. Dalam pembagian THR dibuat perkelompok yang terdiri delapan orang, untuk setiap kelompok satu orang yang ditunjuk sebagai ketua untuk mengambil diloket pengambilan, kemudian baru dibagikan ke teman-temannya. 

Hal ini menurut Hardi untuk mempermudah pengaturan antrian dan juga tidak menganggu kerja yang mereka lakukan.

Terkait keamanan selama proses pencairan THR di brak-brak, pihaknya melibatkan aparat kepolisian, termasuk juga ada pengamanan secara terbuka dan tertutup dijalan-jalan yang dilalui para buruh untuk pulang. 

"Pihak polres telah menyiapkan patroli dilokasi yang dinilai rawan terjadi tindak kejahatan," ujar Hardi.

Selain pengamanan dari aparat kepolisian di unit perwakilan (brak), Hardi menyatakan, sudah memberikan imbauan melalui pengeras suara dimasing-masing brak untuk berhati-hati usai menerima THR, agar terhindar dari aksi kejahatan. 

"Kami minta mereka langsung pulang tidak mampir ke pasar-pasar untuk berbelanja, kalaupun berbelanja mereka harus ganti baju dulu jangan pakai seragam serta membelanjakan uang sesuai keperluan," pesannya.

Staff HRD, Endar Mardian Utama mengatakan, jumlah buruh borong maupun harian masih tetap dengan tahun lalu yakni 52.450 orang, karena produksi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) masih sama. Dimana rata-rata konsumen rokok kretek merupakan perokok yang loyal.

Buruh borong di brak Bitingan warga Dawe, Sofiyati (40)  mengaku senang adanya pemberian THR lebih awal, karena bisa untuk tambahan biaya anaknya yang masuk SMK.

"Bersyukur dan senang bisa untuk tambahan bayar sekolah anak. Kalau untuk lebaran seadanya saja," ucapnya.

Sementara itu, selain PT Djarum sebelumnya PT Nojorono juga telah membagikan THR bagi 3.000 buruhnya.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar