Kamis, 21 Juni 2018 | 08:05 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

PGRI minta sekolah full day lima hari dipertimbangkan lagi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat meminta pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan penerapan lima hari sekolah dalam sepekan yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2017/2018.</p><p>"Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan kembali, karena salah satunya dari kondisi geografis tidak semua daerah siap dalam penerapan kebijakan tersebut," kata Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil di Padang, Kamis (15/6).</p><p>Ia menambahkan banyak dampak yang akan timbul akibat dari penerapannya, beberapa siswa harus berjalan jauh untuk mencapai sekolah, sehingga dengan adanya kewajiban delapan jam dalam sehari berada di sekolah akan mengakibatkan siswa kelelahan ketika pulang ke rumah.</p><p>"Siswa yang jarak rumahnya jauh dan harus berjalan kaki untuk mencapai sekolah, bisa saja akan kemalaman ketika sampai di rumah," ujarnya.</p><p>Kemudian, kurangnya sosialisasi siswa dengan orang tua dan lingkungan masyarakat, akan berdampak kepada psikologis dan kepribadian siswa karena waktu lebih banyak dihabiskan di sekolah.</p><p>"Untuk kota-kota besar hal itu memang cocok untuk diterapkan, karena mayoritas orang tua sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk mengurus anak, tetapi untuk daerah yang bukan merupakan kota besar hal itu tidak cocok," lanjutnya.</p><p>Kemudian, dari segi sarana dan prasarana sekolah, tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang mumpuni dalam rangka mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.</p><p>Ia berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan hal itu kembali, sehingga tidak menimbulkan dampak dikemudian hari.</p><p>Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan akan melakukan penerapan kebijakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018.</p><p>Kebijakan itu merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menitik beratkan lima nilai utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.&nbsp;</p><p>"Peraturan terkait hal tersebut segera diterbitkan dan segera kita sosialisasikan," tambah dia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com