Selasa, 19 Juni 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Ada kemungkinan korban kebakaran London tak bisa diidentifikasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Kepolisian London mengharapkan jumlah korban jiwa dalam kebakaran di blok apartemen di London tidak mencapai jumlah dengan 'tiga digit'.</p><p>Sejauh ini dipastikan 17 orang meninggal dan jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah namun diperlukan waktu berhari-hari untuk menemukan korban jiwa lainnya di Menara Grenfell, yang hangus terbakar. </p><p>&quot;Saya ingin berharap tidak akan mencapai tiga digit,&quot; kata Komandan penyelidikan kebakaran, Stuart Cundy, ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan jumlam korban jiwa. </p><p>Dia menambahkan beberapa yang tewas dalam gedung bertingkat 24 tersebut mungkin tidak bisa diidentifikasi lagi. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/trensosial-40274689">Anak-anak Muslim gedor pintu bangunkan warga saat kebakaran hebat di London</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40270100">Orang-orang berteriak: Apartemen 24 lantai di London dilalap api </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40284176">Kebakaran London: Apa yang sudah kita ketahui sejauh ini?</a></li> </ul><p>Banyak yang terus mencari anggota keluarga yang masih hilang, sementara pihak berwenang menyerukan para korban selamat segera melapor untuk memastikan jumlah penghuni yang selamat. </p><p>Sementara itu Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sudah memerintahkan penyelidikan umum atas kebakaran tersebut. </p><p>Kebakaran tersebut mengejutkan banyak pihak karena api menyebar dengan cepat dan masih tetap menyala sekitar 36 jam setelah percikan pertama selepas tengah malam Rabu (14/06).</p><p>PM May mengatakan orang 'berhak mendapatkan jawaban' kenapa api menyebar dengan cepat di apartemen yang tahun lalu direnovasi dengan biaya 10 juta atau sekitar Rp169 miliar.</p><p>&quot;Kita berutang kepada keluarga, kepada mereka yang kehilangan yang dicintai dan rumah tempat tinggal mereka,&quot; kata May.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/trensosial-40172388">Sekitar 200 imam Inggris tolak salat jenazah 'teroris' serangan London</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40152820">Dua belas ditangkap terkait serangan London Bridge </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah-39407720">Sepuluh tujuan wisata paling populer di London </a></li> </ul><p>Korban jiwa pertama yang diidentifikasi dalam pengungsi asal Suriah, Mohammed Alhajali, yang berusia 23 tahun, seperti diumumkan oleh lembaga Kampanye Solidaritas Suriah.</p><p>&quot;Mohammed menempuh perjalanan berbahaya untuk mengungsi dari perang dan kematian di Suriah, dan menemukannya (kematian) di Inggris, di tempat tinggalnya,&quot; seperti tertulis dalam pernyataan lembaga itu. </p><p>Jenazah Alhajali termasuk satu dari enam korban jiwa yang sudah diidentifikasi oleh pihak berwenang.</p><p>Komisioner Pemadam Kebakaran London, Dany Cotton, mengatakan pencarian cepat sudah dilakukan di semua lantai gedung namun parahnya kebakaran serta banyaknya puing-puing membuat proses pencarian korban menjadi sulit.</p><p>Anjing pencium jejak akan dikerahkan untuk mencari korban namun pemadam kebakaran masih harus menunggu pemasangan dukungan pada struktur gedung untuk menjamin keamanan. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:48 WIB

KAI perpanjang potongan harga tiket Kuala Stabas Premium

Musibah | 19 Juni 2018 - 11:36 WIB

Dua wisatawan tenggelam di objek wisata Sukabumi

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:24 WIB

Kendaraan dari Gadog menuju Puncak terus meningkat

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 11:12 WIB

Damri tambah bus antisipasi lonjakan penumpang arus balik Lebaran

Asia Pasific | 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com