Sabtu, 19 Agustus 2017

Cuaca pengaruhi harga ikan naik di pasaran

Jumat, 16 Juni 2017 12:06

Ayo berbagi!

Cuaca hujan yang terjadi selama sebulan terakhir di wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan hasil tangkapan nelayan berkurang sehingga harga melonjak cukup signifikan dibanding sebelumnya.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional maupun induk di Kota Kendari, Jumat (16/6) menunjukkan, kecenderungan naiknya harga ikan segar maupun ikan kering itu disebabkan hasil tangkapan nelayan selama sepekan ini masih tergolong kurang sementara permintaan konsumen terus meningkat, selama di bulan Suci Ramadhan 1438 hijriah.

"Sangat memungkinkan harga ikan segar maupun asin naik, karena kondisi cuaca yang tidak menentu di bulan ini, dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Juli 2017," kata Jaya, salah seorang nelayan di Kelurahan Lapulu, Kendari.

Harga ikan segar saat ini antara Rp45.000-Rp55.000 per kilogram atau jauh lebih tinggi dibanding dengan sebelumnya yang hanya Rp30.000-Rp40.000 per kilogram.

Sedangkan ikan asin juga ikut naik, dengan rata-rata Rp10.000 - Rp15.000 per kilogram atau dari Rp45.000 per kilogram jenis ikan katamba dan sejeninsnya naik menjadi Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram tergantung dari besar dan kualitas olahannya.

Ia mengatakan, para pedagang mengatakan, harga ikan yang sering mengalami fluktuasi disebabkan karena stok hasil tangkapan nelayan yang dipengaruhi oleh cuaca di lau, yang otomatis hasil tangkapan sangat terbatas.

"Kalau ombak teduh dan bulan gelap, maka biasanya hasil tangkapan nelayan pun ikut berpengaruh sehingga harga juga lebih murah," ujar Juma, salah seorang pedagang ikan di pasar sentral Kendari.

Sebanyak lima pasar penyangga utama di Kendari yakni pasar Sentral Kota Lama, Mandonga, Wuawua, Baruga dan pasar Andounohu, nampak masih cukup tersedia ikan segar maupun ikan asin namun jumlah tidak sebanyak dengan bulan lalu.

Ikan segar maupun ikan asin di jual itu masih merupakan hasil tangkapan nelayan dari berbagai nelayan di kabupaten terdekat seperti dari Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utrara dan Bombana, serta sebagian nelayan dari Kota Kendari.

"Stoknya sangat terbatas, sehingga tidak bisa dipungkiri bila pedagang ikan di pasaran menaikkan harga seketika," ujar dia. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar