Sabtu, 24 Juni 2017

Pornografi dan prostitusi anak ancam generasi bangsa

Jumat, 16 Juni 2017 15:14

Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy. Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy.
Ayo berbagi!

Asisten Deputi Menteri Pemberdaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Valentina Ginting mengatakan, kekekerasan kepada perempuan dan anak sangat memprihatikan.

Disebutkan Valentina Ginting, pornografi dan prostitusi, AIDS, perdagangan anak adalah kejahatan luar biasa yang harus menjadi musuh bersama. Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman tentang perlindungan perempuan dan anak.

Kenyataannya, 1 dari 5 anak perempuan dan 1 dari 10 anak lelaki menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Bentuk pelecehan yang dialami anak berupa dari yang dianggap biasa dalam bentuk verbal perkataan atau pegang anggota tubuh.

Diakui Valentina Ginting, masalah kebiasaan dan budaya suatu daerah mempengaruhi persepsi tentang pahaman perlindungan anak. Maka perlu melibatkan pelbagai pihak.

"Kita terus kampanyekan perlidungan anak dengan melibatkan masyarakat secara terpadu, kearifan lokal, tokoh masyarakat, agama, politik, pemuda, karangtaruna dan semua komponen sosial," sebut Valentina Ginting kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy di Pondok Pesantrian (Ponpes) Nuruz Zahrah, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (15/6).

Valentina Ginting melalukan Safari Ramadan dengan mengusung Kampanye Bersama Melindungi Anak (Berlian). Di Ponpes Nuruz Zahroh Depok ini adalah safari dari rangkai Safari Ramadan Berlian se-Indonesia.

Safari Ramadan menampilkan seni Simponi Shinta Priwit. Parasantri antusias mengikuti sosialisi yang dilakukan Valentina Ginting dan Shinta Priwit.

Lebih lanjut Valentina mengatakan, Kementerian PPPA susah mempunyai 1360 kader Berlian. Didapat data yang miris bahwa dari data 2016 bahwa 25 ribu kali per hari orang Indonesia mengakses situs pornografi anak. Situs-situs menyajikan pornografi anak secara  internasional mengalami peningkatan. Untuk itu, pemerintah telah memblokir puluhan ribu situs porno.

Secara khusus pemerintah sudah berkerjasama dengan Facebook Indonesia untuk menangkal dan memblokir situs pornografi.

"Paparan pornografi kepada anak sudah sangat mengerikan. Orang yang sudah terpapar pornografi sejak anak anak sangat sulit sembuhkan" tandasnya.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Masih ada lagi informasi Darurat kekerasan seksual menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar