Rabu, 13 Desember 2017

Rusia telah bunuh pemimpin ISIS, Al Baghdadi?

Jumat, 16 Juni 2017 16:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Kementerian Pertahanan Rusia tengah menyelidiki apakah salah satu serangan udaranya di Suriah telah membunuh Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

Kementerian tersebut menyatakan sebuah serangan udara mungkin telah menewaskan Al-Baghdadi dan 330 anggota milisi ISIS lainnya pada 28 Mei lalu.

Serangan itu sengaja menargetkan sebuah pertemuan yang digelar dewan militer ISIS di Raqqa, ibu kota de-facto ISIS di Suriah bagian utara.

"Menurut informasi yang diperiksa melalui berbagai sumber, pemimpin ISIS Ibrahim Abu-Bakr al-Baghdadi yang tewas akibat serangan, turut hadir dalam pertemuan," sebut keterangan Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dilansir kantor berita Sputnik.

Kolonel John Dorrian, juru bicara koalisi perlawanan terhadap ISIS, mengatakan AS belum bisa mengonfirmasi apakah Al-Baghdadi telah tewas.

Adapun pemerintah Suriah belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Sebelumnya, laporan-laporan mengenai kematian Al-Baghdadi bermunculan namun belum diverifikasi.

Selama beberapa waktu terakhir, keberadaan Al-Baghdadi tidak diketahui. Sejumlah pihak meyakini dia menetap di Mosul, Irak, sebelum koalisi pimpinan AS mulai melancarkan upaya merebut kota tersebut pada Oktober 2016.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa baru-baru ini dia diyakini "bersembunyi di padang seluas ribuan mil persegi", alih-alih tinggal di Mosul atau Raqqa.

Kemunculannya di depan publik sejak memproklamasikan berdirinya kekhalifahan ISIS adalah melalui video pada Juni 2014. Saat itu, dia berkhotbah di Mosul setelah ISIS merebut kota itu.

Siapakah Al-Baghdadi?

Al-Baghdadi diyakini merupakan nama samaran. Dia dipercaya lahir di Samarra, sebelah utara Baghdad pada 1971.

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa dia menjadi ulama di sebuah masjid di Samarra manakala AS memimpin invasi ke Irak pada 2003.

Beberapa kalangan meyakini dia sudah menjadi milisi jihadis saat Saddam Hussein berkuasa. Lainnya percaya dia menjadi radikal selama empat tahun ditahan di Camp Buccafasilitas militer milik S di sebelah selatan Irak yang menampung sejumlah komandan Al-Qaeda.

Dia menjelma sebagai pemimpin Al-Qaeda di Irak, salah satu kelompok yang belakangan berganti nama menjadi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2010.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar