Selasa, 19 Juni 2018 | 07:47 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Amerika Serikat tuduh perusahaan China cuci uang untuk Korea Utara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Pemandangan pertemuan nasional di Istana Budaya Rakyat di Pyongyang, Senin (24/4/2017), dalam rangka memperingati 85 tahun pendirian Tentara Rakyat Korea (KPA) dalam foto yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) Selasa (25/4/2017).
Pemandangan pertemuan nasional di Istana Budaya Rakyat di Pyongyang, Senin (24/4/2017), dalam rangka memperingati 85 tahun pendirian Tentara Rakyat Korea (KPA) dalam foto yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) Selasa (25/4/2017).
<p>Pemerintah Amerika Serikat menuduh satu perusahaan China menjadi garda depan pencucian uang atas nama bank Korea Utara yang terkena sanksi, dan telah mengajukan pengaduan untuk pencarian dana sebesar 1,9 juta dolar Amerika Serikat, kata jaksa Amerika Serikat, Kamis lalu.</p><p> Kantor Kejaksaan Amerika Serikat di District of Columbia menyebutkan dalam pernyataannya, Mingzheng International Trading Limited telah memfasilitasi transaksi dolar terlarang melalui Amerika Serikat atas nama Foreign Trade Bank, bank perdagangan luar negeri milik Korea Utara, dan mencuci hasil penjualan dari transaksi tersebut.</p><p> Tindakan penyitaan 1,9 juta dolar Amerika Serikat itu salah satu dari penyitaan terbesar dana Korea Utara oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.</p><p> Pernyataan itu menyebutkan, jumlah tersebut ditransaksikan pada 2015 oleh Mingzheng, yang berbasis di kota Shenyang, China, melalui transfer rekening menggunakan rekening bank China.</p><p> Mingzheng tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait masalah itu.</p><p> Pada Maret 2013, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Bank Perdagangan Luar Negeri milik Korea Utara berkaitan dengan masalah senjata pemusnah massal. </p><p>Ini menggambarkan bank itu sebagai badan usaha milik negara yang bertindak sebagai bank devisa utama Korea Utara, kata jaksa Amerika Serikat dalam pernyataannya.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com