Jumat, 23 Juni 2017

Arus Mudik 2017

Jelang Lebaran, proyek jalan layang di Bandarlampung dihentikan sementara

Sabtu, 17 Juni 2017 09:14

Sejumlah pekerja proyek jalan layang membersihkan tanah dari mata bor usai melubangi jalan guna peletakan tiang pancang penghubung Jalan Gajah Mada-Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Rabu (10/8/2016). Proyek jalan layang juga berlangsung di kaw Sejumlah pekerja proyek jalan layang membersihkan tanah dari mata bor usai melubangi jalan guna peletakan tiang pancang penghubung Jalan Gajah Mada-Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Rabu (10/8/2016). Proyek jalan layang juga berlangsung di kaw
Ayo berbagi!

Pengerjaan proyek jalan layang (fly over) pada ruas Jalan ZA Pagar Alam, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, dihentikan sementara untuk menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"Kami hentikan pembangunan selama 15 hari, terhitung dari sekarang hingga H+15 usai hari Idulditri 1438 Hijriah," kata pengawas pembangunan jalan layang Simpang Mal Boemi Kedaton (MBK) ruas Jalan ZA Pagar Alam dari PT Dewanto, Sutarno, Sabtu (17/6) dinihari.

Pada lokasi pengerjaan jalan layang di Jalan ZA Pagar Alam, Bandarlampung, Jumat (16/6) hingga Sabtu dini hari, sejumlah pekerja melakukan pembenahan dengan mempersempit lahan proyek yang mengambil badan jalan sekitarnya guna memperlancar arus mudik hari raya Idul Fitri tahun ini.

Masyarakat sekitar sempat memadati lokasi tersebut, karena beredar kabar bahwa proyek pembangunan jalan layang itu dihentikan berdasarkan surat dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Para pejabat Kepolisian Daerah (Polda) Lampung maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat pada Jumat malam sempat memantau di lokasi penertiban pembangunan jalan layang yang dihentikan sementara pengerjaannya itu.

Sutarno menjelaskan bahwa pembongkaran peralatan pembangunan jalan layang itu bersifat sementara, sesuai dengan instruksi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang memerintahkan penghentian proyek di jalan nasional sejak sepuluh hari sebelum (H-10) hingga 15 hari setelah (H+15) Lebaran 2017.

Ia membenarkan bahwa seluruh material dan peralatan berat yang ada di lokasi akan dipindahkan sementara waktu ke gudang, hingga batas waktu yang ditentukan.

Namun, ia menyatakan, dengan diberhentikan aktivitas proyek pembangunan jalan layang itu sementara waktu, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp500 juta yang berasal dari pembayaran tukang dan sewa alat berat.

"Apa yang kami lakukan untuk mematuhi instruksi kementerian dan Pemkot Bandarlampung, yakni seluruh proyek akan kami hentikan dengan tujuan memperlancar arus kendaraan selama mudik Lebaran 2017," kata dia pula.

Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung Cik Raden mengatakan petugas Satpol PP membantu menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama penertiban berlangsung.

"Kami membantu kelancaran arus lalu lintas dan keamanan selama pengerjaan jalan layang ini," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa jalan layang ruas Jalan ZA Pagar Alam itu tidak dibongkar melainkan diperlebar jalannya, sehingga petugas Pol PP akan berjaga 24 jam selama arus mudik Lebaran guna mengurai kemacetan.

"Kami membantu kepolisian untuk mengurai kemacetan," ujarnya.

Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno mengatakan pembongkaran ini sesuai peraturan, dan tidak ada kaitannya dengan hal yang lain.

"Sesuai dengan peraturan bahwa pengerjaan jalan layang dihentikan sementara untuk memperlancar arus lalu lintas selama Lebaran. Aturan itu dari kementerian," katanya.

Dia menegaskan, pihak kepolisian tidak ikut campur dengan polemik pembangunan jalan layang itu, dan kepentingannya hanya untuk kelancaran arus mudik Lebaran sehingga jalan yang dipersempit karena pengerjaan jalan layang perlu diperlebar lagi.

Sempat terjadi tarik menarik kepentingan dan penegakan aturan antara Pemkot Bandarlampung, yang bertekad meneruskan pembangunan jalan layang itu hingga selesai, dengan Pemprov Lampung yang menghendaki pemenuhan sejumlah ketentuan pembangunan jalan layang pada ruas jalan nasional itu agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

Ruas jalan layang yang akan dibangun ini merupakan ruas jalan layang keenam dibangun di Kota Bandarlampung sebagai Ibu Kota Provinsi Lampung. Sejumlah jalan layang dan jalan bawah tanah (underpass) diprogramkan dibangun Pemkot Bandarlampung dalam beberapa tahun ini. (Ant)

Masih ada lagi informasi Mudik Lebaran 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar