Rabu, 28 Juni 2017

Pangdam ajak seluruh elemen masyarakat tetap jaga persatuan dan kesatuan

Sabtu, 17 Juni 2017 11:36

Foto: Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan. Foto: Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.
Ayo berbagi!

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit menggelar acara Tatap Muka dan Komunikasi Sosial dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Insan Pers pada Jumat (16/6) bertempat di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih.

Pada kesempatan tersebut Pangdam menyampaikan,” kegiatan seperti ini perlu kami lakukan untuk menjalin silaturahmi di antara kita sehingga kita saling mengenal memupuk rasa persatuan, karena sekarang ini masih ada oknum yang ingin mengadu domba di antara kita, ingin membenturkan masyarakat dengan aparat bahkan mereka sengaja ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, untuk itu saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama saling bahu membahu bergandeng tangan dalam menciptakan situasi yang kondusif di dalam lingkungan masyarakat. Kita tetap jaga hubungan silaturahmi yang baik serta pererat rasa persatuan dan kesatuan untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” kata Pangdam, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Disamping itu Pangdam juga menyampaikan permintaan maaf tentang kejadian dugaan pembakaran alkitab di mess Korem 172/PWY yang lalu. Walaupun tidak ada unsur kesengajaan, namun hal itu merupakan tindakan kelalaian, karena tidak mengecek terlebih dahulu secara detail. Kodam XVII/Cenderawasih akan menyerahkan permasalahan tersebut untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, selaku Pangdam XVII/Cenderawasih saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda serta seluruh lapisan masyarakat di tanah Papua, atas segala kelalaian prajurit dalam melaksanakan tugas, yang tidak berkenan di hati masyarakat,” ucap Pangdam.

Sementara itu Uskup Jayapura, Leo Laba Ladjar, OFM yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebutkan saat ini, TNI tak lagi angker. Kerja TNI di Papua banyak dilakukan dengan tindakan yang lebih positif. Banyak pula anggota TNI yang hadir ditengah masyarakat Papua melakukan hal-hal bersama dengan masyarakat setempat. Sebut saja, kerja TNI di perbatasan. Banyak anggota TNI yang menjadi guru di sekolah-sekolah yang terletak di perbatasan, untuk menggantikan peranan guru yang tidak ada ditempat. Ada juga kegiatan TNI yang membangun sejumlah tempat ibadah dan juga mencetak sawah bersama warga.

Menurut Leo, TNI di Papua banyak mengalami perubahan kearah yang lebih positif dan banyak tentara yang hadir ditengah masyarakat Papua, misalnya saja menjadi guru di daerah perbatasan, guna membantu sekolah yang tidak ada gurunya, lalu membangun rumah ibadah, mencetak sawah dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar