Senin, 18 Juni 2018 | 14:15 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Penutupan internet di India 'langgar hak asasi manusia'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Human Rights Watch (HRW) menyatakan India perlu menghentikan 'pembatasan sewenang-wenang' terkait dengan layanan internet dan telepon.</p><p>Organisasi hak asasi manusia tersebut menyatakan pemerintah negara bagian di India sepanjang tahun 2017 ini telah menerapkan 20 penutupan sementara.</p><p>Pemerintah menyatakan mereka menutup layanan internet dan telekomunikasi untuk menghentikan desas-desus saat terjadi kerusuhan. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/08/140804_iptek_india_internet">India atasi ketergantungan pada internet</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/12/111206_indiainternet">India siap menindak pengguna internet</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/11/111108_indiainternet">Pengguna internet di India capai 100 juta</a></li> </ul><p>Tetapi HRW berpendapat penutupan internet tersebut sebagai 'melanggar hukum hak asasi manusia internasional yang wajib dipatuhi India'.</p><p>Pemerintah India seringkali menutup layanan telekomunikasi di bagian wilayah Kashmir yang dikuasai oleh India. </p><p>Permulaan bulan Juni, pemerintah negara bagian Maharashtra, misalnya, menutup layanan internet karena terjadinya kekerasan pada sejumlah unjuk rasa petani.</p><h3>Pemicu desas-desus </h3><p>Meenakshi Ganguly, direktur Asia Selatan Human Rights Watch, mengatakan kekhawatiran pemerintah atas penyalahgunaan media sosial seharusnya tidak menjadi pilihan yang semberono untuk mencegah terjadinya kerusuhan masyarakat.</p><p>&quot;Kurangnya keterbukaan dan kegagalan dalam menjelaskan penutupan hanya meningkatkan pandangan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menekan pelaporan tanpa kekerasan dan kecaman terhadap pemerintah.&quot; </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160208_majalah_india_facebook">Layanan internet gratis Facebook dilarang di India</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/01/150105_iptek_india_blokir_internet">Pemblokiran situs 'jihad' picu amarah netizen India</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/01/120103_spam_india">India dan Indonesia sumber email sampah terbesar</a></li> </ul><p>Tetapi HRW kemudian juga menyatakan media sosial di India 'kadang-kadang memicu desas-desus sehingga terjadi kekerasan'.</p><p>Organisasi ini mengusulkan agar pemerintah tidak sepenuhnya menutup layanan tersebut saat terjadi unjuk rasa. </p><p>&quot;Bukan menutup sama sekali jaringan, pemerintah dapat menggunakan media sosial untuk mencegah kekerasan dan menciptakan kembali keteraturan umum,&quot; kata HRW.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 18 Juni 2018 - 14:14 WIB

Pelajar asal Bondowoso tenggelam di Pantai Payangan

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 13:59 WIB

Mendagri: Pelantikan Iriawan tidak langgar Undang-Undang

Lingkungan | 18 Juni 2018 - 13:35 WIB

Sampah wisatawan kotori jalur wisata Anyer-Tanjung Lesung

Musibah | 18 Juni 2018 - 13:23 WIB

Bocah perempuan tewas terseret arus di lokasi wisata

Event | 18 Juni 2018 - 13:12 WIB

Panama: Kami bukan favorit tapi apa pun bisa terjadi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com