Jumat, 20 Oktober 2017

Trudeau beda pendapat dengan Trump soal Kuba

Sabtu, 17 Juni 2017 14:32

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (ki) disambut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Senin (13/2/2017). (REUTERS/Kevin Lamarque ). Foto: Antara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (ki) disambut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Senin (13/2/2017). (REUTERS/Kevin Lamarque ). Foto: Antara
Ayo berbagi!

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Jumat memuji hubungan hangat negaranya dengan Kuba, sementara Presiden Donald Trump berjanji membatalkan perjanjian normalisasi hubungan Amerika Serikat dengan negara komunis tersebut.

"Kami hubungan yang konstruktif dan saling menghargai dengan Amerika Serikat. Namun dalam urusan Kuba, selalu ada sejumlah tertentu perselisihan pendapat," kata Trudeau dalam sebuah konferensi pers gabungan bersama Perdana Menteri Belgia Charles Michel.

Komentarnya disampaikan setelah Trump mengumumkan pembalikkan kebijakan pendahulunya Barack Obama pada 2014 untuk mengakhiri kerenggangan hubungan hampir enam dekade antara Amerika Serikat dan Kuba.

Di benua Amerika, hanya Kanada dan Meksiko yang masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Kuba menyusul revolusi bersenjata pimpinan Fidel Castro melawan pemerintahan otoriter Fulgencio Batista tahun 1950an.

Ayah Trudeau, mantan perdana menteri Pierre Trudeau, adalah pemimpin pertama dari negara anggota NATO yang mengunjungi Kuba era Castro pada Januari 1976 di tengah Perang Dingin, bertentangan dengan keinginan Washington.

Setelah Castro meninggal tahun lalu, Trudeau memuji sang pemimpin komunis sekaligus teman keluarganya sebagai seseorang yang "revolusioner dan orator legendaris". Pujiannya menuai teguran dari konservatif Amerika, yang mengatakan dia memuji seorang diktator kejam.

Trudeau melakukan kunjungan resmi ke pulau itu dua pekan sebelumnya, 40 tahun setelah kunjungan ayahnya, namun tidak bertemu dengan Castro yang sedang sakit.

"Saya pikir Kanada selalu sangat bangga dengan kebijakan luar negeri mandiri kami, khususnya berkaitan dengan Kuba," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar