Jumat, 22 Juni 2018 | 14:23 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Prajurit Raider yang hilang ditemukan tewas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Anggota Batalyon Infanteri Raider 600/Modang Pratu Khairul Anam ditemukan tewas setelah hilang selama lebih kurang 17 jam di muara Sungai Manggar, Balikpapan Timur, Jumat dinihari kemarin. </p><p> Tim SAR gabungan menemukan jenazah Pratu Anam pukul 21.45 WITA Jumat malam 139 meter ke arah muara dari titik ia meloncat ke air saat ingin menolong Eka, perempuan, 16 tahun, yang berusaha bunuh diri. </p><p> "Langsung kami evakuasi ke RS Tentara dr Hardjanto," kata Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Balikpapan Octavianto, Sabtu (17/6).</p><p> Dengan demikian 2 orang tewas dari kejadian ini. Eka gagal ditolong pada Jumat dinihari itu walaupun ditemukan tak lama setelah ia meloncat ke sungai dan terbawa arus ke muara, dievakuasi dari air, serta dirawat intensif di Puskesmas Manggar. </p><p> Pratu Khairul Anam bersama rekannya Pratu Ashari berusaha menolong Eka menceburkan diri ke Sungai Manggar dari Jembatan Manggar sekira pukul 02.00 Wita Jumat 16/6. </p><p> Kedua prajurit juga meloncat ke sungai dan berhasil meraih perempuan yang kemudian diindikasikan sebagai upaya bunuh diri. </p><p> "Namun sedemikian rupa, perempuan ini berpegangan kepada Pratu Khairul Anam yang menyebabkan yang bersangkutan kesulitan berenang, sementara arus pasang surut cukup kuat," kata Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Balikpapan Octavianto, Jumat siang.</p><p> Kejadian selanjutnya, baik Pratu Khairul Anam maupun perempuan tersebut terlepas dari pegangan dan pandangan Pratu Ashari yang terus berusaha berenang ke tepi sungai. Sesaat kemudian ada dua pemuda yang naik perahu yang juga berusaha menolong lalu menyisir sungai ke arah muara. Mereka berhasil menemukan Eka, namun tidak berhasil melihat ada tanda-tanda Khairul Anam.</p><p>"Seperti kita ketahui, Eka kemudian tewas, dan Anam sempat hilang dan baru ketemu tadi malam, juga tewas," &nbsp;kata Octavianto.</p><p> Sebelum akhirnya ditemukan, BASARNAS, Polairud, Yonif 600 Raider, dan masyarakat mencari ke arah hulu dan ke hilir sungai hingga sekitar muara. Kondisi Sungai Manggar yang dipengaruhi pasang surut air laut membuat pencarian tersebut harus ke arah hulu dan hilir tersebut. </p><p> Kawasan Manggar terletak 23 km utara pusat kota Balikpapan. Kawasan itu ditandai dengan kawasan padat penduduk di sekitar Sungai Manggar, Jembatan Manggar, dan Pasar Manggar yang seluruhnya berdekatan. Asrama atau Ksatrian Yonif 600 Raider yang berlokasi setelah pasar juga menjadi satu penanda kawasan tersebut selain pantai wisata Manggar. </p><p> Tinggi jembatan Manggar dari muka air sungai lebih kurang 7-8 meter. Jembatan itu juga ikon kawasan itu, dan terkenal sejak masa kolonial. Jembatan membentang sepanjang lebih kurang 100 meter menghubungkan Jalan Mulawarman di atas Sungai Manggar, lebih kurang 1 km dari muara di Selat Makassar. Konstruksi kayu dan besi ada pada jembatan lama, dan jembatan baru yang dibangun paralel di sebelah jembatan lama dibuat dari beton. </p><p> Sehari-hari Jembatan Manggar juga jadi tempat favorit untuk memancing. Pemandangan ke arah muara dengan warna-warni kampung dan perahu-perahu nelayan di kedua sisi sungai kerap jadi latar belakang berfoto.</p><p>"Kalau para prajurit Raider, mereka juga kami kenal baik dan suka menolong, baik spontan ataupun kita minta resmi seperti saat mau gotong royong," kata Aco, 45 tahun, warga setempat.&nbsp; (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 22 Juni 2018 - 14:14 WIB

Luhut: Musibah Danau Toba karena kurang disiplin

Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com