Kamis, 14 Desember 2017

Prajurit Raider yang hilang ditemukan tewas

Sabtu, 17 Juni 2017 18:22

Foto: Antara Foto: Antara
Ayo berbagi!

Anggota Batalyon Infanteri Raider 600/Modang Pratu Khairul Anam ditemukan tewas setelah hilang selama lebih kurang 17 jam di muara Sungai Manggar, Balikpapan Timur, Jumat dinihari kemarin.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah Pratu Anam pukul 21.45 WITA Jumat malam 139 meter ke arah muara dari titik ia meloncat ke air saat ingin menolong Eka, perempuan, 16 tahun, yang berusaha bunuh diri.

"Langsung kami evakuasi ke RS Tentara dr Hardjanto," kata Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Balikpapan Octavianto, Sabtu (17/6).

Dengan demikian 2 orang tewas dari kejadian ini. Eka gagal ditolong pada Jumat dinihari itu walaupun ditemukan tak lama setelah ia meloncat ke sungai dan terbawa arus ke muara, dievakuasi dari air, serta dirawat intensif di Puskesmas Manggar.

Pratu Khairul Anam bersama rekannya Pratu Ashari berusaha menolong Eka menceburkan diri ke Sungai Manggar dari Jembatan Manggar sekira pukul 02.00 Wita Jumat 16/6.

Kedua prajurit juga meloncat ke sungai dan berhasil meraih perempuan yang kemudian diindikasikan sebagai upaya bunuh diri.

"Namun sedemikian rupa, perempuan ini berpegangan kepada Pratu Khairul Anam yang menyebabkan yang bersangkutan kesulitan berenang, sementara arus pasang surut cukup kuat," kata Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Balikpapan Octavianto, Jumat siang.

Kejadian selanjutnya, baik Pratu Khairul Anam maupun perempuan tersebut terlepas dari pegangan dan pandangan Pratu Ashari yang terus berusaha berenang ke tepi sungai. Sesaat kemudian ada dua pemuda yang naik perahu yang juga berusaha menolong lalu menyisir sungai ke arah muara. Mereka berhasil menemukan Eka, namun tidak berhasil melihat ada tanda-tanda Khairul Anam.

"Seperti kita ketahui, Eka kemudian tewas, dan Anam sempat hilang dan baru ketemu tadi malam, juga tewas,"  kata Octavianto.

Sebelum akhirnya ditemukan, BASARNAS, Polairud, Yonif 600 Raider, dan masyarakat mencari ke arah hulu dan ke hilir sungai hingga sekitar muara. Kondisi Sungai Manggar yang dipengaruhi pasang surut air laut membuat pencarian tersebut harus ke arah hulu dan hilir tersebut.

Kawasan Manggar terletak 23 km utara pusat kota Balikpapan. Kawasan itu ditandai dengan kawasan padat penduduk di sekitar Sungai Manggar, Jembatan Manggar, dan Pasar Manggar yang seluruhnya berdekatan. Asrama atau Ksatrian Yonif 600 Raider yang berlokasi setelah pasar juga menjadi satu penanda kawasan tersebut selain pantai wisata Manggar.

Tinggi jembatan Manggar dari muka air sungai lebih kurang 7-8 meter. Jembatan itu juga ikon kawasan itu, dan terkenal sejak masa kolonial. Jembatan membentang sepanjang lebih kurang 100 meter menghubungkan Jalan Mulawarman di atas Sungai Manggar, lebih kurang 1 km dari muara di Selat Makassar. Konstruksi kayu dan besi ada pada jembatan lama, dan jembatan baru yang dibangun paralel di sebelah jembatan lama dibuat dari beton.

Sehari-hari Jembatan Manggar juga jadi tempat favorit untuk memancing. Pemandangan ke arah muara dengan warna-warni kampung dan perahu-perahu nelayan di kedua sisi sungai kerap jadi latar belakang berfoto.

"Kalau para prajurit Raider, mereka juga kami kenal baik dan suka menolong, baik spontan ataupun kita minta resmi seperti saat mau gotong royong," kata Aco, 45 tahun, warga setempat.  (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar