Sabtu, 19 Agustus 2017

Pastikan kualitas rastra, bupati Kudus cek langsung ke masyarakat

Sabtu, 17 Juni 2017 20:07

Foto : Sutini. Foto : Sutini.
Ayo berbagi!

Beras untuk keluarga sejahtera (rastra) disalurkan secara nasional bagi warga yang kurang mampu. Di Kudus Jateng, data penerima rastra dari pemerintah pusat diverifikasi ulang sehingga benar-benar tepat sasaran.

Hal ini sesuai hasil raker Bupati Kudus dengan seluruh camat dan kepala desa maupun lurah. Hasilnya seribuan data peneriman rasta direvisi. Termasuk diantaranya warga yang sudah meninggal atau sudah meningkat kesejahteraannya.

Penyaluran rastra di Kudus mengalami keterlambatan karena adanya permasalah kualitas beras sehingga jelang lebaran ini rastra baru disalurkan. Bupati Kudus Musthofa mengakui ada keterlambatan penyaluran rastra karena pihaknya baru membuat kesepakatan dengan Bulog terkait kualitas beras. Pihaknya tidak ingin masyarakat Kudus menerima beras yang tidak layak konsumsi. Untuk itu dirinya mengecek secara langsung penyaluran rastra tersebut dimasyarakat.

"Meski ini agak terlambat, tetapi saya pastikan beras ini bagus. Saya berpesan jangan dijual dan disalahgunakan," kata bupati tentang beras subsidi yang dijual seharga Rp. 1.600 itu.

Bupati berharap kejadian tahun lalu tidak terulang yakni adanya temuan rastra yang dijual dipasar oleh warga penerima karena kualitas yang jelek dan tidak layak konsumsi. Untuk itu meski mundur dari jadwal yang harusnya sudah 6 bulan penyaluran tetapi kualitas beras yang disalurkan cukup baik karena beras pengadaan tahun 2017.

"Saya minta segera disalurkan semua sebelum lebaran harus beres. Saya tidak ingin mendengar ada warga saya yang susah di hari lebaran," ujarnya kepada wartawan, termasuk Kontributor Elshinta, Sutini.

Kepala Bulog Sub Divre III Pati, Ahmad Kholisun mengatakan optimis penyaluran rastra untuk kabupaten kudus selesai sebelum lebaran, dimana pihaknya menyalurkan rastra untuk bulan januari dan februari yang sempat tertunda.

"Beras yang kami siapkan cukup untuk menyaluran rastra di Kudus apalagi ada pengurangan 1166 penerima", katanya.

Dikatakan Kholisun, sesuai kesepakatan dengan Bupati Kudus, rastra yang disalurkan merupakan pengadaan tahun 2017 yang layak konsumsi. "Pasca lebaran kami akan salurkan lagi rastra tahap berikutnya untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain. Sehingga bulan september semua sudah beres", ucapnya.

Sementara itu data di Bagian Perekonomian Setda Kudus, Penerima rastra tahun 2017 sebanyak 35.166 penerima atau beras setara 6.329.880 kilogram berkurang dari tahun 2016 yang sebanyak 36.332 atau setara beras 6.539.760 kilogram. Dari 9 kecamatan yang ada pengurangan terbanyak ada dikecamatan Kaliwungu sebanyak 762 penerima disusul kecamatan Undaan 590 penerima.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar