Minggu, 20 Agustus 2017

Kebakaran London: Ratu Elizabeth dan 'suasana muram' Inggris

Minggu, 18 Juni 2017 10:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Puluhan orang memprotes penanganan korban kebakaran di London, sementara Ratu Elizabeth mengatakan Inggris telah "mengalami serangkaian tragedi mengerikan" dalam beberapa pekan terakhir.

Ratu mengatakan "sulit untuk keluar dari suatu suasana nasional yang muram" menyusul tragedi di London dan Manchester.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan saat Hari Ulang Tahunnya, Ratu menambahkan: "Didera ujian-ujian keras,, Inggris tegar dalam menghadapi kesulitan berat."

Sementara itu, PM Inggris Theresa May dicemooh ketika dia mengunjungi lokasi di Kensington pada Jumat, dan protes digelar di kota tersebut.

Perdana Menteri berjanji untuk "mencari akar masalah" dari kebakaran di blok menara London barat, setelah sejumlah kalangan mengkritik responsnya terhadap bencana tersebut.

Jumlah korban tewas sedikitnya mencapai 30 orang.

'Tragedi yang mengerikan'

PM May dikritik karena dalam kunjungan pertamanya setelah kebakaran, ia tidak menjumpai penghuni Menara Grenfell yang selamat.

Dia mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa pemerintah telah melakukan segalanya untuk membantu.

Perdana Menteri mengatakan: "Saya telah mendengar cerita kemarin dari layanan darurat mengenai masalah di seputar kebakaran.

"Itulah sebabnya saya langsung kembali ke Downing Street dan memerintahkan sebuah penyelidikan publik.

"Dan kami akan memastikan bahwa akan selesai secepatnya untuk mencari akarnya."

Perdana Menteri berkomitmen menyalurkan bantuan sebesar RP 85 miliar untuk pakaian, makanan dan pasokan darurat tetapi dicela sebagai "pengecut" setelah dia bertemu para penyintas bencana kebakaran.

Dalam wawancara Newsnight, May ditanya apakah dia telah salah menilai situasi publik terhadap tragedi itu, dia mengatakan:"Ini merupakan sebuah tragedi yang mengerikan.

"Orang-orang kehilangan kehidupan mereka dan lainnya kehilangan segalanya.

Sejauh ini data yang diperoleh BBC sekitar 70 orang diperkirakan hilang, tampaknya diantaranya 30 orang yang tewas. Tiga diantara korban tewas telah diidentifikasi.

Sekitar 50 orang menggelar protes di London pada Jumat (16/06) menuntut agar pemerintah memberikan dukungan pada mereka yang terdampak bencana kebakaran tersebut.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar